33 C
Semarang
Selasa, 4 Agustus 2020

Ritual Balas Budi Bagi Leluhur

Another

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan...

SEMARANG-Ritual sembahyang arwah atau King Hoo Ping digelar Yayasan Tjie Lam Tjay Jalan Gang Lombok Semarang. Ritual King Hoo Ping atau Ulambana tersebut dipimpin oleh  9 biksu  dari  Sangha Teravada Tiongkok diikuti ratusan siswa SD dan SMP Kuncul Melati serta warga sekitar. Upacara ditandai dengan sembahyang pembukaan pintu akhirat yang merupakan sembahyang mengawali pelaksanaan bulan Ulambana atas Pattumodana  yang jatuh pada bulan tujuh (lunar).

Berkaitan dengan sembahyang tersebut, juga dilaksanakan sembahyang “mencangkul bumi“ atau yang disebut dengan  Jit Gwee Phoa, yang merupakan tanda dimulainya pendirian panggung  sembahyang, dan dilanjutkan dengan sembahyang Pang  Tjwie  Ting atau sembahyang melepas pelita teratai  di air yang mengalir  yang ditujukan bagi arwah  yang wafatnya di air, seperti tenggelam.

Esok harinya dilanjutkan dengan  sembahyangan Fang Shen, yakni sembahyang melepaskan  mkahluk hidup, seperti ikan  atau burung  ke alam bebas. Puncaknya adalah sembahyang Ulambana (Phu tu ) atau King Hoo Ping yang merupakan sembahyang rebutan.

“Dalam sembahyang tersebut para biksu baik dari sangha Teravada maupun  sangha Mahayana bersama mendoakan para arwah leluhur, baik yang  tidak memiliki ahli waris   maupun yang memiliki ahli waris,” ungkap Humas Yayasana Tjie Lam Tjay, Wigianto T kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Wigianto mengatakan, sesuai ajaran Tee Cong Ong Poo Sat yang merupakan Boddhisatva  yang membimbing dan menyadarkan para arwah, maka setiap tahun tepatnya antara bulan Agustus  hingga September memandang perlu melakukan sembahyang Ulambana (Phut Tu ) maupun Pattumodana  (Chau Tu). “Biasanya  setiap tahun selalu membagikan paket sembako kepada warga sekitar yayasan terutama yang kurang mampu,” katanya.

Sedangkan upacara Ulambana itu merupakan upaya membalas budi kepada leluhur yang telah meninggal dunia. Selain itu, menjalankan cinta kasih dan kasih sayang Sang Budha untuk menolong para makhluk. “Tidak hanya itu, juga memberikan dana puja atau Kathina kepada biksu serta membagikan sedekah kepada warga yang kurang mampu,” ujarnya. (hid/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

Arang Galang

Inilah jalan berliku itu. Tapi yang penting hasilnya: anak muda ini berhasil menjadi pengusaha. Bahkan jadi eksporter. Memang masih sangat kecil. Tapi arah bisnisnya...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Salurkan Bantuan Rp 652 Juta

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Semen Indonesia Expo 2017, ajang pameran multiproduk yang menggabungkan pesta hiburan, budaya, belanja, dan kuliner kembali digelar sebagai penutup rangkaian HUT...

Dishub Bakal Terapkan E-Parking

SALATIGA – Dinas Perhubungan Kota Salatiga tahun 2018 bakal menerapkan e-parkir di sejumlah ruas jalan. Penerapan ini diyakini bakal mengurangi kebocoran pemasukan asli daerah...

Kejurda Karate, Ajang Seleksi Atlet

SEMARANG-Sebanyak 612 peserta dari 37 kontingen dari kabupaten dan kota di Jawa Tengah meramaikan Turnamen Karate yang berlangsung di Gedung Olah Raga (GOR) Patriot...

Sejak SD, Riwa Sudah Jalankan Pekerjaan sang Ayah

UNGARAN - Semangat Nur Riwayati dalam mengejar cita-cita sudah terlihat sejak masih kecil. Ibu kandungnya, Suryati, 42, menceritakan, sejak kecil keinginan Riwa –panggilan akrab...

Cari Target di FB, Lancarkan Aksi di Hotel

SEMARANG – Peristiwa yang menimpa Ria, 19, warga Kelurahan Rejosari, Semarang Timur, ini bisa menjadi pelajaran untuk tidak mudah percaya kepada orang yang baru...

Aplikasi Belajar IPA Terapan dengan Program Sekolah Adiwiyata

RADARSEMARANG.COM - SMK Negeri Jumantono merupakan salah satu sekolah menengah kejuruan negeri di Kabupaten Karanganyar, yang terletak di Desa Jurug Blorong Kecamatan Jumantono, Kabupaten...