SEMARANG – Nilai ekspor Jateng bulan Agustus mengalami kenaikan 12,77 persen bila dibanding bulan sebelumnya. Yaitu dari US$ 499,23 juta pada Juli menjadi US$ 562,99 juta pada Agustus.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jateng, Margo Yuwono mengatakan, ekspor provinsi ini tumbuh positif, baik dibandingkan dengan bulan sebelumnya, maupun bila dibanding dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

“Ekspor kumulatif Januari-Agustus 2017 mencapai US$ 3.918,84 juta naik 10,96 persen dari ekspor kumulatif Januari Agustus 2016  yang senilai US$ 3.531,77 juta,” ujarnya, kemarin.

Dari total ekspor tersebut, kontribusi terbesar masih didominasi tiga komoditas utama. Yaitu tekstil dan barang tekstil, kayu dan barang dari kayu, serta bermacam barang hasil pabrik. Tekstil dan barang tekstil memberi andil sebesar 42,56 persen, Kayu dan barang dari kayu  memberi andil 16,13 persen dan bermacam barang hasil pabrik memberi andil 10,99 persen.

Nilai ekspor untuk ketiga kelompok komoditas ini pada bulan Agustus 2017 masing-masing sebesar US$ 256,51 juta, US$ 83,44 juta, dan US$ 57,29 juta.

Menurut jenis komoditas migas dan non migas, pada bulan Agustus 2017 Jateng melakukan ekspor komoditas migas sebesar US$ 12,72 juta, turun 42,19 persen dari ekspor migas Juli 2017 ( US$ 22,00 juta). Sedangkan ekspor komoditas non migas sebesar US$ 550,27 juta atau naik 15,31 persen dari ekspor non migas Juli 2017 (US$ 477,23 juta).

Sedangkan negara pangsa pasar utama ekspor Jateng selama bulan Agustus 2017 adalah Amerika Serikat, Jepang dan Tiongkok. Ekspor ke Amerika Serikat pada bulan Agustus 2017 mencapai angka terbesar yaitu US$ 155,09 juta, ekspor ke Jepang sebesar US$ 64,68 juta, dan ekspor ke Tiongkok mencapai US$ 48,78 juta. “Peranan ketiga negara tersebut terhadap total ekspor Jateng periode Januari-Agustus 2017 mencapai 46,77 persen,” ujarnya. (dna/ric)