Dikendalikan dari Lapas, Kurir Narkoba Dibekuk

693
KURIR SABU: Eko PA alias Peyek menunjukkan praktek pembuatan narkotika jenis sabu, kemarin (ADITYO DWI/JAW APOS RADAR SEMARANG).
KURIR SABU: Eko PA alias Peyek menunjukkan praktek pembuatan narkotika jenis sabu, kemarin (ADITYO DWI/JAW APOS RADAR SEMARANG).

SEMARANG- Eko PA alias Peyek, 25, harus berurusan dengan aparat Reserse Narkoba Polrestabes Semarang. Pemuda asal Weleri Kendal ini diringkus karena terbukti sebagai kurir peredaran narkotika jenis sabu yang dikendalikan dari dalam Lembaga Pemasyarakatan dengan kode sandi 112.

Tersangka ditangkap petugas saat berada di kompleks ruko Metro Plaza Blok C 16 Jalan MT Haryono, Kelurahan Lamper Kidul, Kecamatan Semarang Selatan pada Jumat (15/9) sore. Barang bukti yang diamankan petugas, yakni 200 gram sabu.

“Barang bukti yang dimiliki tersangka diperoleh dari seseorang yang saat ini masih dalam penyelidikan,” ungkap Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Abiyoso Seno Aji didampingi Kasat Resnarkoba Polrestabes Semarang AKBP Sidik Hanafi saat gelar perkara di Mapolrestabes Semarang, Senin (18/9).

Penangkapan ini berawal saat petugas mendapat laporan adanya transaksi narkoba di wilayah Semarang Selatan. Petugas yang melakukan penyelidikan, mendapati seseorang yang mencurigakan, dan kemudian dilakukan penangkapan.

“Tersangka telah dibuntuti petugas kami, kemudian kita sergap. Saat dilakukan penggeledahan di sepeda motornya ditemukan sabu seberat 5 gram sabu,” jelasnya.

Dari hasil pengembangan, petugas juga berhasil menemukan barang bukti sabu seberat 195 gram sabu. Barang tersebut ditemukan saat dilakukan penggeledahan di rumah kos tersangka di Tlogosari, sekitar pukul 19.00. “Sabu tersebut rencananya akan diedarkan di seputar Semarang,” ujarnya.

Dari informasi yang diterimanya, sabu itu didapatkan tersangka dari dalam lembaga pemasyarakatan (lapas). Namun hal tersebut masih didalami oleh kepolisian. Lantaran pelaku masih berbelit-belit dalam menyebutkan nama orang yang menyuruhnya tersebut dengan kode 112.

“Ini masih kami dalami betul atau tidaknya. Karena setiap mendapatkan, ngakunya mendapatkan barang dari dalam lapas,” tegasnya.

Kasat Resnarkoba Polrestabes Semarang, AKBP Sidik Hanafi, membeberkan, tersangka menjalankan bisnis atas perintah 112 ini sudah berlangsung empat bulan yang lalu. Bahkan, sudah melakukan transaksi sebanyak tiga kali dan sebelumnya sempat menjual sebagian barang.

“Kalau pengakuan dia (tersangka) sudah tiga kali bertransaksi. Ada 60 gram (sabu) yang diedarkan,” terangnya.

Selain itu, tersangka dalam menjalankan transaksi dengan konsumen menggunakan alat komunikasi handphone. Pelaku mengaku mendapatkan fasilitas handphone tersebut dari seseorang yang menjadi pemandu tersangka dalam mengedarkan narkoba.

“Hanya saja, tersangka ini tidak bisa menyebutkan siapa seseorang yang ada didalam Lapas. Ini khan tidak masuk akal. Makanya, kami nanti akan mendalami, siapa sebenarnya orang di dalam lapas yang dimaksud pelaku ini,” tegasnya.

Akibat perbuatannya, pelaku terpaksa meringkuk sel tahanan dengan barang bukti Mapolrestabes Semarang. Pelaku akan diancam pidana dengan pasal berlapis UU Nomer 35 Tahun 2009 tentang narkoba dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara. (tsa/aro)