33 C
Semarang
Senin, 13 Juli 2020

Dikendalikan dari Lapas, Kurir Narkoba Dibekuk

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

SEMARANG- Eko PA alias Peyek, 25, harus berurusan dengan aparat Reserse Narkoba Polrestabes Semarang. Pemuda asal Weleri Kendal ini diringkus karena terbukti sebagai kurir peredaran narkotika jenis sabu yang dikendalikan dari dalam Lembaga Pemasyarakatan dengan kode sandi 112.

Tersangka ditangkap petugas saat berada di kompleks ruko Metro Plaza Blok C 16 Jalan MT Haryono, Kelurahan Lamper Kidul, Kecamatan Semarang Selatan pada Jumat (15/9) sore. Barang bukti yang diamankan petugas, yakni 200 gram sabu.

“Barang bukti yang dimiliki tersangka diperoleh dari seseorang yang saat ini masih dalam penyelidikan,” ungkap Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Abiyoso Seno Aji didampingi Kasat Resnarkoba Polrestabes Semarang AKBP Sidik Hanafi saat gelar perkara di Mapolrestabes Semarang, Senin (18/9).

Penangkapan ini berawal saat petugas mendapat laporan adanya transaksi narkoba di wilayah Semarang Selatan. Petugas yang melakukan penyelidikan, mendapati seseorang yang mencurigakan, dan kemudian dilakukan penangkapan.

“Tersangka telah dibuntuti petugas kami, kemudian kita sergap. Saat dilakukan penggeledahan di sepeda motornya ditemukan sabu seberat 5 gram sabu,” jelasnya.

Dari hasil pengembangan, petugas juga berhasil menemukan barang bukti sabu seberat 195 gram sabu. Barang tersebut ditemukan saat dilakukan penggeledahan di rumah kos tersangka di Tlogosari, sekitar pukul 19.00. “Sabu tersebut rencananya akan diedarkan di seputar Semarang,” ujarnya.

Dari informasi yang diterimanya, sabu itu didapatkan tersangka dari dalam lembaga pemasyarakatan (lapas). Namun hal tersebut masih didalami oleh kepolisian. Lantaran pelaku masih berbelit-belit dalam menyebutkan nama orang yang menyuruhnya tersebut dengan kode 112.

“Ini masih kami dalami betul atau tidaknya. Karena setiap mendapatkan, ngakunya mendapatkan barang dari dalam lapas,” tegasnya.

Kasat Resnarkoba Polrestabes Semarang, AKBP Sidik Hanafi, membeberkan, tersangka menjalankan bisnis atas perintah 112 ini sudah berlangsung empat bulan yang lalu. Bahkan, sudah melakukan transaksi sebanyak tiga kali dan sebelumnya sempat menjual sebagian barang.

“Kalau pengakuan dia (tersangka) sudah tiga kali bertransaksi. Ada 60 gram (sabu) yang diedarkan,” terangnya.

Selain itu, tersangka dalam menjalankan transaksi dengan konsumen menggunakan alat komunikasi handphone. Pelaku mengaku mendapatkan fasilitas handphone tersebut dari seseorang yang menjadi pemandu tersangka dalam mengedarkan narkoba.

“Hanya saja, tersangka ini tidak bisa menyebutkan siapa seseorang yang ada didalam Lapas. Ini khan tidak masuk akal. Makanya, kami nanti akan mendalami, siapa sebenarnya orang di dalam lapas yang dimaksud pelaku ini,” tegasnya.

Akibat perbuatannya, pelaku terpaksa meringkuk sel tahanan dengan barang bukti Mapolrestabes Semarang. Pelaku akan diancam pidana dengan pasal berlapis UU Nomer 35 Tahun 2009 tentang narkoba dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara. (tsa/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Semangati Kaum Difabel Tetap Kuat dan Percaya Diri

Klub motor biasanya bergantung merek dan jenis motor yang dikendarai. Beda dengan klub IM3Boys, yang merupakan kepanjangan dari Ikatan Motor Roda Tiga Boyolali-Salatiga. Anggotanya...

Pramono Diminta Melengkapi Status Tanah

SALATIGA – Wali Kota Salatiga Yuliyanto meminta kepada keluarga Pramono, 38, warga Suko RT 09 RW 07, Kelurahan Sidorejo Lor untuk melengkapi surat hibah tanah...

UMKM Center Kurang Promosi

Pengunjung memilih busana batik di UMKM Center Jawa Tengah, Jalan Setiabudi No 192 Banyumanik, Kota Semarang, Kamis (7/12). Pengelola stan di UMKM Center Jawa...

Momentum Tingkatkan Pelayanan

RADARSEMARANG.COM, MUNGKID - Upacara peringatan HUT ke-34 Kota Mungkid dilaksanakan sederhana namun penuh hikmat, Kamis (22/3). Dalam upacara yang digelar di Lapangan Sekda Magelang,...

Terdampak BKT Direlokasi Bertahap

TERCATAT kurang lebih 2.172 bangunan, terdiri atas kios permanen pedagang kaki lima (PKL) maupun hunian liar di bantaran Sungai Banjir Kanal Timur (BKT) yang...

Wardah Ibni Putri

Oleh: Dahlan Iskan “Terbalik pak Dahlan,” ujar Bu Nurhayati saat kirim pesan pendek melalui whatsapp ke saya. Saya sendiri belum buka disway sepagi itu. “Yang lebih kreatif...