Dejavu Final Popnas 2015

Jateng Kembali Jumpa Jabar di Final Popnas 2017

435
TEGANG: Punggawa Jateng tak kuasa menahan ketegangan saat dipaksa memainkan babak adu penalti versus Papua di Stadion Citarum Semarang kemarin (18/9) (BASKORO SEPTIADI/JAWA POS RADAR SEMARANG).
TEGANG: Punggawa Jateng tak kuasa menahan ketegangan saat dipaksa memainkan babak adu penalti versus Papua di Stadion Citarum Semarang kemarin (18/9) (BASKORO SEPTIADI/JAWA POS RADAR SEMARANG).

SEMARANG – Tim sepakbola Jawa Tengah (Jateng) akan menghadapi Jawa Barat (Jabar) pada laga final cabang olahraga sepakbola Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) XIV/2017 di stadion Citarum Semarang, Rabu (20/9) mendatang.

Pertemuan kedua kesebelasan ini sarat gengsi dan bakal mengulang drama final Popnas tahun 2015 lalu dimana akhirnya Jateng berhasil merebut emas dengan menyudahi perlawanan tuan rumah Jabar melalui babak adu penalti.

Head coach Jateng, Ashadi mengatakan, bisa jadi Jabar akan balas dendam atas kekalahan di Popnas 2015 lalu. Namun, sebagai tuan rumah, Jateng sudah mempersiapkan semuanya dan optimis untuk mempertahankan emas.”Kerangka pemainnya sudah kami siapkan. Kami siap menghadapi Jabar besok Rabu (20/9),” ujar Ashadi usai pertandingan semifinal melawan Papua.

Tiket final diperoleh Jateng setelah berhasil menundukkan tim Papua dalam drama adu penalti dengan skor 4-2. Sedangkan Jabar berhasil melaju ke final setelah sukses mengalahkan Jatim 2-1 di Stadion Pandanarang Kabupaten Semarang di waktu yang sama.

Di babak pertama, Jateng sebenarnya tampil langsung menekan. Beberapa peluang mampu diciptakan Adrianus Dwiki dkk. Namun sayang baik Jateng maupun Ppaua gagal merubah skor 0-0 di babak pertama.

Memasuki babak kedua, ball possession masih milik Jateng. Bahkan Papua hanya mengandalkan serangan balik yang memanfaatkan kecepatan dua pemain sayap mereka meski akhirnya skor imbang 0-0 bertahan hingga laga usai.

Di drama adu penalti, empat algojo Jateng yaitu Adrianus Dwiki, M Januar, Ocvian Chaniago, dan Gusti Setiawan berhasil mencetak gol ke gawang Papua. Hanya sepakan Firdaus Ahmad yang diblok kiper Papua, Reza Rivaldi.

Sementara itu pemain Papua hanya bisa menyeploskan dua gol dari empat tendangan yang didapat. Selain berhasil ditepis kiper Rakasurya Handika, satu sepakan pemain Papua melambung tinggi di atas mistar gawang Jateng.

”Untuk permainan ini tadi, anak-anak masih kurang tenang. Ada pressure tersendiri karena pertandingan ini sudah seperti final ya. Bisa dikatakan kita gagal kalau gagal di sini. Terlebih dengan adu penalti, tentu menjadi beban moral yang berat bagi para pemain,” imbuh juru taktik Jateng, Ashadi.

Sementara itu, tim Papua menyebut kedua tim sama-sama bagus dalam menyuguhkan pertandingan ini. Hanya saja, tim Jateng lebih beruntung dibanding tim papua. ”Kita pernah bertemu selama beberapa kali. Ini yang ke tiga dengan anggota tim yang sama. Sehingga Papua sebenarnya sudah tau jawa Tengah. Hanya saja kami kurang beruntung,” ujar Gustav Puy, juru taktik Papua.

Selanjutnya, Papua akan menghadapi Jatim untuk memperebutkan juara tiga. ”Kami harus bisa mengalahkan Jatim untuk bisa mendapatkan medali,” imbuhnya. (cr4/bas)