CIUM AROMA TEMBAKAU: Bupati Temanggung Bambang Sukarno saat berdialog dengan petani yang menjual tembakau di gudang PT Gudang Garam di Jalan Suyoto, Temanggung, Senin (18/9) kemarin (AHSAN FAUZI/JAWA POS RADAR KEDU).
CIUM AROMA TEMBAKAU: Bupati Temanggung Bambang Sukarno saat berdialog dengan petani yang menjual tembakau di gudang PT Gudang Garam di Jalan Suyoto, Temanggung, Senin (18/9) kemarin (AHSAN FAUZI/JAWA POS RADAR KEDU).

TEMANGGUNG—Bupati Bambang Sukarano Senin (18/9) kemarin menyidak beberapa gudang tembakau. Ia didampingi Pejabat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) setempat.

Di antaranya, Wakil Bupati Irawan Prasetyadi, Ketua DPRD Kabupaten Temanggung, Subchan Bazari, Kajari Fransisca Juwariyah, Ketua PN Temanggung Ikhwan Hendrato, Kapolres Temanggung AKBP Maesa Soegriwo dan Dandim 0706/Temanggung yang diwakili Kasdim 0706/Temanggung Mayor Inf Widodo.

Kunjungan Bupati Bambang bersama pejabat Forkompimda ke sejumlah gudang, ingin memantau harga tembakau di pabrikan. Serta, memastikan tidak ada tembakau luar yang masuk ke Temanggung pada musim panen tahun ini.

“Saya menekan tembakau dari luar yang masuk ke Temanggung. Harapannya, tembakau asli Temanggung musim panen ini, bisa terserap semua oleh pabrikan,” kata Bupati Bambang Sukarno.

Bambang meminta kepada pabrikan untuk mempercepat pembelian tembakau kepada petani. Harapannya, semua pembelian pada Oktober telah rampung. “Dalam rangka mempercepat pembelian tembakau petani, saya akan menghubungi pimpinan perusahaan rokok yang memiliki gudang di Temanggung,” janji Bambang.

Koordinator Kemitraan PT Djarum Dawam menuturkan, hingga saat ini pembelian tembakau sudah hampir 50 persen dari target pembelian total sebanyak 6000 ton.

Menurut Dawam, kualitas tembakau pada awal masa panen Juli lalu, kurang bagus karena kondisi cuaca waktu itu masih ada hujan. Namun memasuki Agustus, kualitasnya mulai membaik. “Kita membeli sesuai kapasitas produksi kita. Saya yakin target 6000 ton bisa terpenuhi.”

Dawam melanjutkan, pada musim panen tahun ini, hal yang dikhawatirkan adalah datangnya tembakau dari luar Temanggung. Sebab, kualitas tembakau dari luar daerah, beda jauh dengan tembakau asli Temanggung.

“Djarum mengutamakan kualitas. Tembakau dari daerah lain, tidak bisa untuk produksi. Maka, tembakau yang datang dari daerah lain, terpaksa tidak kita beli.” (san/isk)