33 C
Semarang
Minggu, 5 Juli 2020

Awasi Peredaran PCC, Polisi Pantau Apotek

Another

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya...

BREBES-Polres Brebes menggandeng Dinas Kesehatan (Dinkes) terus memantau keberadaan apotek untuk mengawasi keberadaan obat-obatan berbahaya atau pil paracetamol, caffeine dan carioprodol (PCC) agar tidak dijual bebas. Menyusul kejadian luar biasa dengan banyaknya remaja mabuk aneh di Kendari, Sulawesi Tenggara hingga menelan korban jiwa.

“Sejauh ini belum ditemukan obat PCC di Kabupaten Brebes,” ungkap Kapolres Brebes AKBP Sugiarto melalui Kasat Narkoba Polres Brebes AKP Eko Sugeng, kemarin.

Eko mengungkapkan, saat ini pihaknya sudah berkoordinasi dengan Polsek se-Kabupaten Brebes dalam mengantisipasi peredaran obat PCC. Salah satu upayanya, melakukan pengecekan di beberapa apotek yang ada di Kabupaten Brebes. “Kami juga bekerjasama dengan Dinkes setempat yang dalam hal ini menaungi peredaran obat di apotek,” jelasnya.

Meski demikian, Eko mengaku selama pengecekan ke sejumlah apotek belum menemukan obat berbahaya (PCC). Kendati begitu, pihaknya tetap akan melakukan pengecekan ke sejumlah apotek dengan menggandeng instansi terkait dan Kasat Binmas Polres Brebes. “Belum. Sejuah ini kami (Polres Brebes, red) belum menemukan obat PCC yang seperti ditemukan di Kendari,” tuturnya.

Seperti diketahui, obat jenis PCC mencuat karena kasus 42 orang masuk rumah sakit dan satu meningal di Kendari, Sulawesi Tengara (Sulteng). Mereka masuk rumah sakit karena penyalahgunaan PCC yang efeknya mirip dengan narkoba jenis Flakka, yakni halusinasi hingga gangguan kejiwaan. Karenanya dia mengimbau kepada seluruh masyarakat, warga Brebes khususnya untuk tidak membeli obat-obatan yang tidak dianjurkan oleh dokter. Untuk itu, dia juga meminta kepada Dinkes untuk terus memantau dalam peredaran obat di apotek yang ada di Kabupaten Brebes.

Pihaknya juga berencana akan mensosialisasikan bahaya obat PCC di lingkungan sekolah. Hal ini bertujuan memberikan pemahaman kepada seluruh siswa agar tidak menggunakan obat yang sangat berbahaya tersebut. “Sudah kami agendakan mensosialisasikan tentang bahaya PCC di lingkungan sekolah dan masyarakat luas,” pungkasnya. (ded/ism/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

Tambah Puyeng, Suami Nganggur

RADARSEMARANG.COM, LADY Sandi, 38, harus siap menanggung beban dua kali lebih besar setelah menjatuhkan talak suaminya. Bukan tanpa alasan, John Dori, 45, yang gagah...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Bupati Cantik Mirna Raih Anugerah Jawa Pos Radar Semarang 2018

RADARSEMARANG.COM, KENDAL—Bupati Kendal mendapatkan Anugerah Jawa Pos Radar Semarang 2018. Jajaran manajemen Jawa Pos Radar Semarang memberikan penghargaan untuk kategori Head of Region with...

Penambahan Satwa Terkendala Izin LK

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Taman Marga Satwa Mangkang atau yang saat ini menjadi Semarang Zoo terus menggenjot fasilitas paska dijadikan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD)...

Reza Siap Maju Pimpin Peradi

SEMARANG - Persaingan menjadi orang nomor satu di dalam organisasi Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) tingkat Semarang versi Ketua Umum Fauzie Yusuf Hasibuan mulai bermunculan,...

Jenjang Pendidikan Tinggi , Banyak Referensi, Wujudkan Good Government

DR Drs Kukuh Sudarmanto Alugoro, BA SSos SH MM yang kini menjadi Camat Pedurungan, telah memiliki banyak gelar akademik. Bahkan, menjadi satu-satunya camat yang...

Asmaul Husna dari Cokelat di Aston

SEMARANG - Hotel Aston Semarang, membuat 99 nama Allah atau Asmaul Husna yang dibuat dari bahan cokelat. Bentuk Asmaul Husna tersebut, dibuat mirip dengan...

Komplotan Perampok Toko Emas Diringkus

SEMARANG - Tujuh pelaku perampok bersenjata api lintas provinsi dengan sasaran toko emas berhasil diringkus petugas Jatanras Polda Jateng, yang dipimpin Kasubdit III AKBP...