Awasi Peredaran PCC, Polisi Pantau Apotek

452
BIKIN GILA: Obat PCC yang bisa menyebabkan gangguan mental jika dikonsumsi berlebihan (ISTIMEWA).
BIKIN GILA: Obat PCC yang bisa menyebabkan gangguan mental jika dikonsumsi berlebihan (ISTIMEWA).

BREBES-Polres Brebes menggandeng Dinas Kesehatan (Dinkes) terus memantau keberadaan apotek untuk mengawasi keberadaan obat-obatan berbahaya atau pil paracetamol, caffeine dan carioprodol (PCC) agar tidak dijual bebas. Menyusul kejadian luar biasa dengan banyaknya remaja mabuk aneh di Kendari, Sulawesi Tenggara hingga menelan korban jiwa.

“Sejauh ini belum ditemukan obat PCC di Kabupaten Brebes,” ungkap Kapolres Brebes AKBP Sugiarto melalui Kasat Narkoba Polres Brebes AKP Eko Sugeng, kemarin.

Eko mengungkapkan, saat ini pihaknya sudah berkoordinasi dengan Polsek se-Kabupaten Brebes dalam mengantisipasi peredaran obat PCC. Salah satu upayanya, melakukan pengecekan di beberapa apotek yang ada di Kabupaten Brebes. “Kami juga bekerjasama dengan Dinkes setempat yang dalam hal ini menaungi peredaran obat di apotek,” jelasnya.

Meski demikian, Eko mengaku selama pengecekan ke sejumlah apotek belum menemukan obat berbahaya (PCC). Kendati begitu, pihaknya tetap akan melakukan pengecekan ke sejumlah apotek dengan menggandeng instansi terkait dan Kasat Binmas Polres Brebes. “Belum. Sejuah ini kami (Polres Brebes, red) belum menemukan obat PCC yang seperti ditemukan di Kendari,” tuturnya.

Seperti diketahui, obat jenis PCC mencuat karena kasus 42 orang masuk rumah sakit dan satu meningal di Kendari, Sulawesi Tengara (Sulteng). Mereka masuk rumah sakit karena penyalahgunaan PCC yang efeknya mirip dengan narkoba jenis Flakka, yakni halusinasi hingga gangguan kejiwaan. Karenanya dia mengimbau kepada seluruh masyarakat, warga Brebes khususnya untuk tidak membeli obat-obatan yang tidak dianjurkan oleh dokter. Untuk itu, dia juga meminta kepada Dinkes untuk terus memantau dalam peredaran obat di apotek yang ada di Kabupaten Brebes.

Pihaknya juga berencana akan mensosialisasikan bahaya obat PCC di lingkungan sekolah. Hal ini bertujuan memberikan pemahaman kepada seluruh siswa agar tidak menggunakan obat yang sangat berbahaya tersebut. “Sudah kami agendakan mensosialisasikan tentang bahaya PCC di lingkungan sekolah dan masyarakat luas,” pungkasnya. (ded/ism/ida)