8 Ribu Air Bersih Ludes Dalam Satu Jam

312
BANTU AIR BERSIH : Polres Pekalongan memberikan bantuan air bersih kepada warga di Dusun Semampir, Desa Kecamata Kesesi, Kabupaten Pekalongan (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG).
BANTU AIR BERSIH : Polres Pekalongan memberikan bantuan air bersih kepada warga di Dusun Semampir, Desa Kecamata Kesesi, Kabupaten Pekalongan (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG).

KAJEN-Sebanyak dua tangki air bersih atau delapan ribu liter air dari PDAM Kabupaten Pekalongan habis hanya dalam waktu satu jam, Senin (18/9) kemarin. Air tersebut diberikan Polres Pekalongan kepada 1500 warga dari dua desa, yakni Desa Kesesi dan Desa Ujungnegoro, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan.

Meski pembagian air akan dilakukan pada pukul 10.00 pagi, namun ratusan jeriken sudah mengantre sejak pukul 06.00 pagi. Untuk mencegah adanya keributan antar warga dalam berebut air bersih, pihak Polres Pekalongan langsung membagikan secara rata dan tertib. Warga hanya meletakkan jeriken di dekat tangki air. Jika sudah penuh baru diambil.

Kepala Dusun Kepirutan, Desa Ujungnegoro, Sunarso, mengungkapkan bahwa sudah sebulan terakhir warga kesulitan mencari air bersih. Karena beberapa sumur warga mulai mengering. Bahkan dari empat umbul yang ada, dua di antaranya mulai menyusut airnya.

Menurutnya untuk memenuhi kebutuhan air bersih, warga masih mengandalkan sumber mata air dari umbul, namun harus antre. Bisa juga mengambil air bersih dari desa sebelah, yang letaknya bisa dijangkau dengan kendaraan roda dua.

“Bantuan air bersih ini sangat membantu. Kami berharap, bantuan air bersih ini rutin dilakukan, misal dua atau tiga hari sekali, sehingga bisa mencukupi kebutuhan air bersih di dusun kami,” harap Sunarso.

Kapolres Pekalongan, AKBP Wawan Kurniawan mengatakan bahwa pemberian air bersih tersebut sebagai kegiatan bhakti sosial Polres Pekalongan bersama PNS Polri. Dua tangki atau 4000 liter untuk Dukuh Kepirutan Desa Ujungnegoro, Kecamatan Kesesi dan dua tangki lagu untuk Dusun Semampir, Desa Kesesi, Kecamatan Kesesi.

Menurutnya pemberian air bersih kepada desa yang mengalami kekeringan, akan dilakukan rutin dan bertahap. Ada 10 tangki air bersih yang akan diberikan secara bertahap untuk desa lain yang membutuhkan selama musim kemarau. “Bantuan air bersih ini sebagai wujud kepedulian kepolisian terhadap masyarakat yang terkena dampak musim kemarau. Ada 1500 Kepala Keluarga (KK) yang mengalami kesulitan air bersih, yakni Desa Kesesi dan Desa Ujungnegoro, Kecamatan Kesesi,” jelas Kapolres Pekalongan.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan, Bambang Djatmiko, menegaskan bahwa saat ini ada 26 desa yang mengalami kekeringan air bersih, sebagian ada di daerah atas atau pegunungan, seperti Kecamatan Kesesi. Pihak BPBD sudah melakukan pendataan dan pemberian air bersih bekerjasama dengan PDAM. “Kami sudah menyalurkan air bersih kepada daerah yang membutuhkan, seperti desa-desa yang ada di Kecamatan Kesesi. Kami akan segera mengirimkan air bersih jika desa tersebut membutuhkan,” jelas Bambang. (thd/ida)