UNGARAN–Tunggakan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) di empat kecamatan di Kabupaten Semarang, terbilang sangat tinggi. Mulai 1 Januari 2017 hingga 31 Agustus 2017 se-Kabupaten Semarang, tunggakan PKB sebesar lebih kurang Rp 16 miliar. Yakni, di Kecamatan Tuntang, Bringin, Ambarawa, dan Kecamatan Bawen.

Kepala Unit Pelayanan Pendapatan Daerah (UPPD) Kabupaten Semarang, Noor Hadi mengatakan bahwa tingginya tunggakan pajak tersebut diantisipasi dengan pendirian gerai Samsat Tuntang. “Gerai tersebut menempati salah satu kios di PIKK Lopait Tuntang yang bangunannya merupakan aset Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng,” katanya Minggu (17/9) kemarin.

Dijelaskan lebih rinci, tunggakan di empat kecamatan tersebut adalah Kecamatan Tuntang tunggakannya mencapai 4.959 objek PKB dengan nominal Rp 948.504.250. Kemudian Kecamatan Bawen terdapat 6.691 objek tunggakan PKB yang nominalnya Rp 1.314.912.025.

Sedangkan Kecamatan Ambarawa dari 8.381 objek PKB ada tunggakan Rp 1.510.491.765, dan Kecamatan Bringin tercatat 2.193 objek PKB dengan nominal Rp 419.725.000. “Jika ditotal hingga 31 Agustus 2017, jumlah kendaraan objek pajak yang menunggak dari empat kecamatan tadi ada 22.224 unit dengan tunggakan pajak Rp 4.193.633.040,” katanya.

Dijelaskan lebih lanjut sampai awal September 2017, PKB dari Kabupaten Semarang yang sudah disetorkan ke kas daerah sudah mencapai Rp 76.710.924.400 atau sudah berjalan 72,70 persen dari total target yang ditetapkan.

Sementara biaya balik nama kendaraan bermotor (BBNKB) yang sudah disetorkan telah menyentuh nominal Rp 69.307.760.500 atau 68,29 persen dari total target. Dengan capaian itu, bila dirata-rata UPPD Kabupaten Semarang menduduki ranking lima di Jawa Tengah.

“Kami juga bertugas mengurusi pendapatan asli daerah (PAD), diantaranya berasal dari PKB, BBNKB, Pajak Air Permukaan, Pajak Pabrik Rokok, dan Pajak SPBU. Selama setahun, PKB dan BBNKB ditargetkan menembus nominal Rp 208.985.000.000,” ujarnya.

Uang pendapatan pajak itu akan dibagi antara Pemprov Jawa Tengah dengan Kabupaten Semarang. Dari total target pendapatan kedua pajak tadi, pada 2017 Bumi Serasi bakal mendapatkan bagian sebesar Rp 138.766.000.000. “Apabila tunggakan PKB dan BBNKB masih tinggi, maka diperlukan upaya-upaya khusus. Kalau tidak, ya kita sulit menembus target itu,” ujarnya.

Di dalam gerai tersebut, lanjutnya, juga sudah dilengkapi sarana dan prasarana. Seperti halnya petugas hingga jaringan internet yang terkoneksi dengan server terpadu telah disiapkan. “Jadi wajib pajak tidak perlu lagi jauh-jauh membayar PKB ataupun BBNKB. Tidak hanya bagi mereka yang tinggal di Kabupaten Semarang, karena sudah online maka pembayaran pajak kendaraan se-Jawa Tengah bisa diakses di Gerai Samsat Tuntang,” tuturnya. (ewb/ida)