Khadziq Sentil Pasar, Matoha Andalkan STMJ

Ketika Empat Tokoh Berebut Rekomendasi PKB

810
KENALKAN CALON: Sekretaris Desk Pilkada 2018 DPC PKB Kabupaten Temanggung Mochyidin saat mengenalkan Bacabup-Bacawabup DPC PKB Temanggung di aula Sekterariat DPC PKB setempat, Sabtu (16/9) lalu (AHSAN FAUZI/JAWA POS RADAR KEDU).
KENALKAN CALON: Sekretaris Desk Pilkada 2018 DPC PKB Kabupaten Temanggung Mochyidin saat mengenalkan Bacabup-Bacawabup DPC PKB Temanggung di aula Sekterariat DPC PKB setempat, Sabtu (16/9) lalu (AHSAN FAUZI/JAWA POS RADAR KEDU).

Sejumlah tokoh yang mengikuti penjaringan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018 melalui DPC PKB Kabupaten Temanggung, dihadirkan dalam ta’aruf.

MEREKA Dihadirkan di depan jajaran pengurus DPC dan PAC PKB se-Temanggung, juga Badan Otonom partai. Kegiatan berlangsung di aula sekretariat DPC PKB, Sabtu (16/9). Sedikitnya empat tokoh yang telah mengembalikan formulir dan berkas pendaftaran ke Panitia Desk Pilkada, dihadirkan. Yakni, Bupati Temanggung Bambang Sukarno (petahana) dan Al Khadziq untuk posisi bakal calon bupati (bacabup). Serta, Eko Budi Hartono (Camat Temanggung) dan Matoha (Ketua DPC PKB Temanggung/Wakil Ketua DPRD Kabupaten Temanggung) sebagai bakal calon wakil bupati (bacawabup).

Dalam ta’aruf, masing-masing calon secara bergiliran diberi kesempatan mengenalkan diri, sekaligus menyampaikan visi-misi singkat selama 10 menit. Giliran maju pertama, Bambang Sukarno, disusul Al Khadziq, Matoha, dan Eko Budi Hartono.

Bambang Sukarno menuturkan, jika kembali terpilih menjadi bupati, akan memprioritaskan sektor pertanian, melanjutkan pembangunan sektor infrastruktur, serta memperbaiki seluruh kekurangan selama dirinya memimpin. “Kami ingin tembakau lebih baik, sehingga petani menjadi sejahtera. Saat ini, saya juga tengah menyusun Rancangan Undang-Undang Rokok Kretek untuk melindungi petani tembakau.”

Sementara Al Khadziq memuji berbagai terobosan yang dilakukan Bambang Sukarno selama ini. Salah satunya, berbagai akses jalan di wilayah pinggiran yang sudah baik, halus, dan telah merata. Ia juga siap melanjutkan program Bupati Bambang Sukarno jika dirinya dipercaya masyarakat untuk memimpin Temanggung. “Selain infrastruktur, saya akan perhatikan sektor sumber daya manusia Temanggung melalui program TMG (Tentrem, Marem dan Gandem).”

Meski begitu, ia menyentil, “Jujur saya heran melihat Pasar Kertek (Wonosobo) dan Pasar Sukorejo (Kendal) yang ramai selama 24 jam. Kenapa pasar-pasar di Temanggung tidak bisa, ini perlu terobosan.” Berbeda dengan Al Khadziq, Matoha justru mengeluarkan jurus bernama STMJ. Yakni, Setia, Tanggungjawab untuk Masyarakat agar Temanggung Jaya. “Pembangunan di Temanggung sejauh ini sudah merata hingga ke pelosok desa. Selain itu, kesejahteraan petani juga sudah meningkat. Oleh sebab itu, mereka butuh solusi agar harga komoditas pertanian terus stabil agar petani dapat lebih sejahtera,” bebernya.

Eko Budi Hartono, bacawabup lain juga tak mau kalah. Satu-satunya calon dari kalangan birokrat sekaligus Camat Temanggung aktif ini mengusung visi dan misi untuk menjadikan Temanggung mandiri, dinamis, serta agamis. “Saya ingin memajukan UMKM dan sektor pertanian. Selain itu, kalau mendapatkan restu untuk maju, saya ingin menutup kekurangan bupati nanti.”

Ketua Desk Pilkada 2018 DPC PKB Kabupaten Temanggung, Muh Amin menuturkan, ta’aruf merupakan tahapan akhir tugas Desk Pilkada. “Berkas yang sudah ada ini, akan kita kirimkan ke DPP PKB melalui DPW PKB Jateng untuk proses munculnya rekomendasi.”

Terkait rekomendasi, semua pendaftar punya peluang dan kesempatan yang sama. Meski begitu, kewenangan penuh ada di tangan DPP. Kata Amin, “Ini bukan paten, boleh jadi, di sela Tim Desk Pilkada mengirim berkas ke DPP, DPP juga menerjunkan tim untuk melihat poluparitas dan elektabilitas calon.”

Artinya, lanjut Amin, bisa jadi yang awalnya mendaftar untuk posisi cawabup, bisa menjadi cabup. “Atau, bisa juga muncul tokoh lain di luar yang ikut penjaringan, semua tergantung DPP.” Amin berharap, munculnya rekomendasi tidak terlalu mepet dengan masa pendaftaran di KPU Temanggung pada 7 Januari 2018 mendatang. “Sehingga kita ada waktu untuk sosialisasi baik ke internal dan eksternal partai serta deklarasi sebelum didaftarkan di KPU.” (san/isk)