Keindahan Wisata Alam Tujuh Pegunungan Tak Terbantahkan

Bupati Pekalongan Bersama Fokompinda, Mendaki Puncak Hanoman Petungkriyono

607
TANPA SEKAT : Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, bersama Kepala OPD, Paguyuban Kades Bahurekso, dan warga di Puncak Hanoman Petungkriyono (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG).
TANPA SEKAT : Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, bersama Kepala OPD, Paguyuban Kades Bahurekso, dan warga di Puncak Hanoman Petungkriyono (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG).

KABUPATEN Pekalongan semakin gencar mempublikasi dan mempromosikan destinasi wisata pegunungannya. Ada tujuh pegunungan yang menjadi andalan, yakni Pegunungan Tugu Merah Putih Petungkroyono, Pegunungan Rogojembangan, Pegunungan Puncak Hanoman, Pegunungan Pawuluhan, Pegunungan Lebakbarang, Paninggaran dan Kandangserang.

Sebelumnya Bupati Pekalongan, KH Asip Kholbihi SH telah melakukan pendakian di Gunung Tugu Puncak Merah Putih, di Dusun Sikucing Desa Yodorejo dengan ketinggian 1.930 mdpl. Sabtu (16/9) kemarin, Bupati Asip kembali melakukan pendakian, tapi di Puncak Hanoman Gunung Kendalisodo, Desa Tlogohendro, Kecamatan Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan, dengan ketinggian 1.695 mdpl. Dalam pendakian kali ini, bupati mengajak Kepala Organisasi Pemerintah Daerah (OPD), Polres Pekalongan, Kejaksaan Negeri Kabupaten Pekalongan, Pengadilan Negeri Kabupaten Pekalongan, Paguyuban Kepala Desa se-Kabupaten Pekalongan, pendaki dari Mapala UI, serta Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Pekalongan.

Rombongan melakukan pendakian dimulai dari bascamp I yakni dari Balai Desa Tlogohendro, Kecamatan Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan, pada pukul 03.00 dan sampai di Puncak Hanoman Gunung Kendalisodo pukul 04.30. Setelah melakukan salat Subuh berjamaah, rombongan beristirahat sejenak sambil menikmati kopi Petungkriyono dan menunggu matahari terbit.

Rute pendakian dari Kantor Balaidesa Tlogohendro menuju puncak Hanoman, dapat ditempuh dengan waktu satu jam perjalanan. Pendakian kali ini mudah dilalui, karena sudah dibuat pijakan oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Tlogohendro selaku pengelola. Bahkan untuk pendakian yang cukup sulit, yakni pada bascamp ke-3 dan ke-4, disediakan tambang besar yang dapat digunakan untuk para pendaki.

Mendekati puncak Hanoman, ada dua rumah pohon atau gardu pandang yang kerap digunakan untuk foto selfi, karena mempunyai pemandangan yang sangat indah, Gunung Selamet terlihat sangat jelas, bahkan awanpun seolah berada di bawah rumah pohon tersebut. Jika malam hari, pemandangan kerlap kerlip lampu Kota Banjarnegara, Pekalongan dan Batang terlihat sangat jelas.

Sesampai di Puncak Hanoman, Pokdarwis Desa Tlogohendro sudah menyediakan tempat yang digunakan untuk berkemah, tempat salat, tempat untuk dapur umum dan fasilitas lain untuk MCK (mandi, cuci, kaki), bahkan tempat sampah pun banyak disediakan. Sehingga para pendaki tidak kesulitan melakukan aktivitas lainnya.

Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, mengungkapkan bahwa Puncak Hanoman di Gunung Kendalisodo merupakan salah satu dari seven mountain atau tujuh wisata pegunungan yang ada di Kabupaten Pekalongan.

Dari tujuh pegunungan tersebut, tiga di antaranya berada di Kecamatan Petungkriyono, yakni Pegunungan Tugu Merah Putih Petungkroyono dengan ketinggian 1.930 mdpl, Pegunungan Rogojembangan dengan ketinggian 2.117 mdpl, Pegunungan Puncak Hanoman dengan ketinggiannya 1.695 mdpl. Adapun Pegunungan Pawuluhan di Kecamatan Kandangserang dengan ketinggian 1.500 mdpl.

“Sampai hari ini (Minggu, 16/9) kita sudah mendaki 2 puncak, yakni Puncak Merah Putih dengan ketinggian hampir 2000 mdpl dan pada pagi hari ini kita naik ke Puncak Hanoman bersama Forkompinda, para kepala OPD, para wartawan, para kepala desa, komunitas pecinta alam hampir sekitar 50 orang lebih. Kami berangkat dari Desa Tlogohendro Kecamatan Petungkriyono Kabupaten Pekalongan yang merupakan start pendakian pada pukul 04.00 dan sampai di atas Puncak Hanoman pada pukul 05.00,” ungkap Bupati Asip.

Usai melakukan pendakian, Bupati Asip melakukan dialog dengan warga Desa Tlogohendro sekaligus menyampaikan program kerja yang selama ini sudah dilakukan. Seperti sosialisasi Kartu Kajen Sehat, Kartu Kajen Pintar, hingga program kematian yang mandapatkan bantuan Rp 1 juta.

“Jika bapak ibu berternak hewan sapi, cukup membayar Rp 40 ribu pada Dinas Pertanian, maka jika sapi tersebut mati atau hilang, petani akan mendapatkan ganti rugi sebesar Rp 10 juta,” jelas Bupati Asip di Kantor Balai Desa Tlogohendro.

Bupati Asip juga menegaskan bahwa Pemkab Pekalongan telah bekerjasama dengan semua rumah sakit yang ada di Kabupaten dan Kota Pekalongan. Harapannya, semua warga yang belum memiliki kartu jaminan kesehatan apapun, cukup dengan menunjukkan Kartu Tanda Pengenal (KTP) Kabupaten Pekalongan, semua biaya pengobatan akan diselesaikan oleh Pemkab Pekalongan.

“Sekarang saatnya bekerja, bekerja dan bekerja. Perangkat desa dan kepala desa harus bekerja lebih baik dan menjadi pelayan masyarakat yang terbaik. Demikian juga kami sebagai Bupati dan semua kepala OPD, harus menjadi pelayan masyarakat yang terbaik,” tegas Bupati Asip. (thd/adv/ida)