Dari Penasaran, Jadi Suka

Must Read

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp...

MENJADI salah satu perwakilan dari kampus untuk mengikuti ajang bergengsi, tentu saja menjadi suatu kebanggaan tersendiri. Begitu pula yang dirasakan oleh Stephanie Elisa Malonda. Gadis yang akrab disapa Stephy ini mengikuti Harvard World Model United Nations (HWMUN) yang diadakan di Italia belum lama lalu.

HWMUN merupakan sebuah acara yang diselenggarakan oleh Harvard University yang memberikan kesempatan kepada para mahasiswa dari seluruh dunia untuk ikut berpartisipasi. Acara ini adalah simulasi konferensi PBB. Peserta MUN atau disebut delegasi akan berperan menjadi diplomat bagi negara masing-masing.

“Jadi, aku lomba debat rapat simulasi PBB bagianWorld Conference on Women (UN Women). Nah, kompetisi ini membahas tentang Women in Coporate, Governance Structures, itu membahas peran dan keikutsertaan wanita dalam politik, pemerintah, dan swasta,” kata Stephy kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Pengalaman-pengalaman ini tentunya memberikan pembelajaran yang berharga bagi dirinya. Tidak hanya mengasah keterampilan, tetapi juga belajar tentang budaya orang lain.

“Jadi, ke sana itu nggak cuma kompetisi aja, tapi juga saling bertukar budaya karena kan yang datang dari berbagai belahan dunia. Waktu itu, di sana ada global village, nah di sana kita memperkenalkan budaya masing-masing. Sama kelima temanku kita memperkenalkan budaya Indonesia lewat permainan-permainan tradisional gitu,” ujar gadis kelahiran Jakarta ini.

Stephy mengungkapkan, sebelumnya dia juga pernah mengikuti acara serupa di dalam negeri, karena acara-acara semacam ini berkaitan dengan jurusan yang ditempuhnya, yakni Hubungan Internasional.

“Motivasi awalnya sebenarnya karena penasaran aja, terus lama-kelamaan jadi suka.Ini bisa membuat aku menambah soft skill dalam berbicara secara formal dengan Bahasa Inggris, bagaimana aku bisa menarik orang berpihak melalui argumen aku yang mampu menyelesaikan salah satu masalah yang berlangsung saat komite,” terang Stephy.

Gadis yang kerap berbagi kesehariannya lewat channel-nya di Youtube ini juga pernah menjadi pemimpin simulasi sidang rapat PBB di Asian Law Student Association (ALSA) Undip MUN.  “Iya, tahun ini bakal jadi chair juga di ALSA Undip MUN,” katanya. (mg44/aro)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di timurnya. Kota yang di barat itu,...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -