IST
IST

Sejumlah aktivis yang tergabung dalam Salatiga Urban Legend, Bojalali Heritage Society, Roemah Toea, dan beberapa mahasiswa arkeologi UGM mencuci kereta jenazah peninggalan Belanda yang tersimpan di sebuah gudang samping gedung IPHI Salatiga, Minggu (17/9). Koordinator kegiatan Warin menuturkan, ada tiga kereta yang usianya diperkirakan mencapai 200 tahun. Usia kereta didasarkan pada temuan plakat dalam kereta yang bertuliskan tahun 1820 dan 1824. Setelah dicuci, kereta kembali dimasukkan ke dalam gudang. Kereta ini dulu digunakan untuk mengangkut jenazah. (sas/ton)