Antisipisi Kawasan Industri, Dirikan Paguyuban Sokolimo

645
DILAUNCHING : Ketua Paguyuban Sokolimo, KH Ali Nurudin (tengah) dan Wakil Ketua Iskon berfoto bersama pengurus dan anggota usai launching Paguyuban Sokolimo (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG).
DILAUNCHING : Ketua Paguyuban Sokolimo, KH Ali Nurudin (tengah) dan Wakil Ketua Iskon berfoto bersama pengurus dan anggota usai launching Paguyuban Sokolimo (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG).

KENDAL—Sejumlah masyarakat Kendal mendirikan Paguyuban Sokolimo sebagai langkah antisipatif berdirinya Kawasan Industri di Kendal. Dengan paguyuban tersebut, harapannya masyarakat Kendal bisa bersatu, sehingga tidak menjadi penonton atau kuli di negeri sendiri.

Paguyuban tersebut secara resmi di-launching di kediaman KH Ali Nurudin di Bukit Jabal Mubarok, Kaliwungu dengan dihadiri oleh puluhan anggota dan pengurus, Minggu (17/9) kemarin. “Paguyuban Sokolimo adalah wadah masyarakat yang berdomisili di Kendal untuk guyub rukun,” kata tokoh agama yang akrab disapa Ustadz Ali Nurudin.

Dijelaskannya, bahwa ide terbentuknya Paguyuban Sokolimo ini berangkat dari rasa keprihatinan sekaligus antisipasi pasar global, seiring dibangunnya kawasan industri di Kendal Kaliwungu. “Kawasan industri ini skalanya tidak hanya nasional, targetnya terbesar se-Asia Tenggara,” katanya selaku ketua Paguyuban Sokolimo.

Menghadapi itu semua, imbuhnya, masyarakat Kendal perlu mempersiapkan diri. Yakni, tenaga kerja yang mumpuni, yang dibutuhkan dan bisa diandalkan sumber daya manusianya serta memiliki keahlian dan ketrampilan.

“Didirikannya Paguyuban Sokolimo ini tidak lepas dari persaingan dalam mendapatkan kesempatan kerja dengan upah atau gaji layak. Selain itu, faktor keamanan lingkungan menjadi prioritas utama agar masyarakat Kendal tidak hanya menjadi penonton dengan adanya industri yang tumbuh,” jelasnya.

Paguyuban Sokolimo ini sifatnya terbuka bagi seluruh elemen masyarakat Kendal. Sehingga bisa bersatu padu dalam satu wadah, guna menjaga lingkungan, membangun persatuan dan kesatuan serta ekonomi warga Kendal.

Makanya dukungan dari warga Kendal serta pengelola kawasan industri sangat diharapkan. Sehingga bisa meminalisasi dampak pembangunan industri demi keamanan dan kenyamanan bersama.

Wakil Ketua Paguyuban Sokolimo, Iskon menambahkan dengan berdirinya kawasan industri, dampak secara langsung akan sangat dirasakan masyarakat Kaliwungu. “Di Wonorejo sendiri targetnya ada 600 industri yang akan berdiri. Dalam dua tahun ke depan, ada 70 perusahaan. Jika tidak ditanggapi secara serius, maka yang terjadi adalah warga Kaliwungu dan Kendal ini hanya akan jadi penonton saja,” tutur Iskon yang juga Kepala Desa (Kades) Wonorejo.

Dengan didirikannya Paguyuban Sokolimo ini, nantinya masyarakat Kendal bisa mudah mendapatkan pekerjaan untuk bekerja di kawasan industri tersebut. “Intinya untuk menjabatani warga Kendal agar sejahtera dengan adanya perusahaan yang dibangun,” tambahnya. Paguyuban Sokolimo sendiri kesekretariatan beralamat di Kampung Sarimanan RT 03/ Rw 04, Desa Kuthoharjo, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kendal, Kode Pos 51372. (sct/bud/ida)