EVEN BESAR: Dirut Bank Jateng Supriyatno (tengah) bersama perwakilan organizer menenteng jersey BJBM 2017 di Plataran Hotels and Resort Borobudur Magelang, Sabtu (16/9) malam (ISTIMEWA).
EVEN BESAR: Dirut Bank Jateng Supriyatno (tengah) bersama perwakilan organizer menenteng jersey BJBM 2017 di Plataran Hotels and Resort Borobudur Magelang, Sabtu (16/9) malam (ISTIMEWA).

MUNGKID—Gelaran Bank Jateng Borobudur Marathon (BJBM) 2017 pada 19 November 2017 mendatang, ditargetkan bakal diikuti 10.000 peserta. Baik dari dalam maupun luar negeri. “Kami berharap bisa diikuti 10.000 peserta,” kata Ketua Yayasan Borobudur, Liem Chie An, usai penyerahan jersey dan medali kepada Bank Jateng selaku penyelenggara di Plataran Hotels and Resort Borobudur Magelang, Sabtu (16/9) malam.

Liem Chie An menyampaikan, BJBM rencananya menempuh rute 42 kilometer, dengan garis start dan finish di kompleks Candi Borobudur. Menurut Liem, kegiatan tersebut tidak hanya sebagai ajang olah raga semata. Namun, yang tidak kalah penting, sebagai ajang promosi wisata di Magelang dan Jawa Tengah pada umumnya.

“BJBM ini bisa menjadi pemantik keramaian, menggugah sektor ekonomi kepariwisataan lewat ajang olahraga bergengsi bertaraf internasional, serta bisa memunculkan atlet-atlet berkualitas. Saya ingin ajang ini bisa menyamai Tokyo Marathon, di mana jumlah peserta dibatasi.”

Dirut Bank Jateng, Supriyatno, menambahkan, sejak dimulai pada 2013 lalu, Bank Jateng sudah dilibatkan dua kali pada ajang serupa. Selain ingin mensupport even besar dan berkualitas, Bank Jateng berharap BJBM mampu menjadi tonggak promosi wisata di Borobudur khususnya; dan Jawa Tengah pada umumnya.

“Borobudur adalah warisan budaya yang harus kita jaga. Melalui ajang ini, kami berharap ke depan destinasi wisata unggulan di Jateng dan Indonesia itu dapat semakin terkenal di mata mancanegara.”

Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Jawa Tengah, Urip Shihabudin, menuturkan, Pemprov Jateng sudah berkomitmen penuh untuk mendukung suksesnya penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurut Urip, kegiatan BJBM 2017 tidak semata hanya mendongkrak tingkat kunjungan wisatawan mancanegara. Namun juga diharapkan punya andil besar dalam mencetak atlet-atlet berbakat baru.

“Kemenpar memiliki target total kunjungan wisman sebesar 20 juta per tahun. Untuk target kunjungan ke Candi Borobudur sendiri, ditarget 2 juta wisman. Dengan even BJBM ini, target bisa terpenuhi.” (san/isk)