Nekad Keluar Kerja dari Bank, Sempat Jualan Jilbab dan Es Teh

Taufik Hersanto, Jualan Teh Thailand Karena Mimpi Sang Istri

7158
PENUH SYUKUR : Taufik Hersanto saat berada di kedainya Khab Khun Thai Tea, Jalan Peleburan Barat (ESTIKA WIDA/JAWA POS RADAR SEMARANG).
PENUH SYUKUR : Taufik Hersanto saat berada di kedainya Khab Khun Thai Tea, Jalan Peleburan Barat (ESTIKA WIDA/JAWA POS RADAR SEMARANG).

Kegemaran sang istri mengonsumsi Thai Tea atau Teh Thailand yang lagi populer di Kota Semarang, ternyata menjadi peluang bisnis bagi Taufik Hersanto. Seperti apa?

ESTIKA WIDA

KUNCI keberhasilan seorang wirausahawan adalah sabar saat melalui jatuh bangun dalam berbisnis. Pada saatnya, akan menemukan kesuksesan melalui jalan yang tak terduga. Sebagaimana yang dirasakan oleh Taufik Hersanto yang sudah dua tahun menjadi pegawai bank, berani mengambil keputusan keluar dari pekerjaannya.

Taufik pun banting stir memulai berbagai macam usaha. Sempat jualan jilbab dan jualan es teh. Sempat pula, hendak jualan beragam jus. “Sudah kami siapkan semuanya, mulai dari peralatan sampai bahan baku. Tapi tiba-tiba istriku bermimpi, bahwa kami berdua berjualan Thai Tea terus ramai sekali. Akhirnya kami banting stir jualan Thai Tea,” tuturnya.

Selain sebab mimpi, tutur Taufik, sang istri bernama Desha Dihasta saat hamil juga ngidam Thai Tea. “Saking seringnya mengonsumsi, sampai bisa dibilang boros, karena harus membelinya di mal,” tuturnya.

Dari kebiasaan sang istri mengonsumsi Thai Tea yang diperkuat dengan mimpi, Taufik memberanikan diri membuka kedai dengan nama Khab Khun Thai Tea sejak Mei 2017 lalu. “Kami sengaja memilih nama Khab Khun, yang artinya adalah terima kasih dalam bahasa Thailand. Nama tersebut sebagai wujud terima kasih dan bersyukur kepada Allah SWT, karena telah dimudahkan segala sesuatunya,” ungkapnya penuh syukur.

Tak disangka, animo masyarakat atas kehadiran kedai Khab Khun Thai Tea ini, sangat positif. Terbukti setiap hari, Thai Tea jualannya selalu habis. “Harga yang kami tawarkan sangat berbeda dengan Thailand Tea yang dijual di mal atau restoran. Kami memilih konsep harga kaki lima, namun kualitas mal sehingga tidak mahal. Mulai dari Rp 10 ribu hingga Rp 15 ribu,” jelasnya.

Saat ini, Taufik baru memiliki dua cabang, yaitu di Jalan Banjarsari Tembalang dan Jalan Peleburan Barat. Bulan depan, Taufik berencana menambah cabang usahanya di Kedungmundu, Klipang, Arjuna, Udinus, dan Tlogosari. “Kami saat ini baru ada dua cabang, dengan karyawan enam orang. Buka mulai dari pukul 11.00 sampai pukul 21.00,” ujarnya.

Teh Thailand yang Taufik tawarkan ini berwana lebih hitam dari teh biasa. Namun sangat kaya akan rempah Asia, seperti kapulaga dan adas bintang. Hal ini yang membuat teh Thailand memiliki khasiat seperti mencegah alergi, mencegah asma, mencegah kanker, serta mengembalikan metabolisme tubuh.

Dibuat dengan campuran susu, sehingg minuman ini rasanya sangat khas dan sangat nikmat bila diminum saat matahari terik. Ada lima varian rasa di Khab Khun Thai Tea. Yaitu Original Thai Tea, Green Tea Thai Tea, Coffee Thai, Tiramisu Coffee Thai, dan Ovomaltine Thai Tea. Perbedaan Thai Tea milik Taufik dengan Thai Tea yang lain terletak pada cara pembuatan dan bahan baku. “Bahan baku Thai Tea ini semuanya memang impor. Selain itu, cara pembuatannya kami berbeda. Kalau yang lain hanya diaduk saja, kalau kami tidak hanya diaduk, tapi juga ditarik. Lalu ada bumbu rahasia diracikan teh Thailand,” papar pria kelahiran Semarang, 18 Mei 1990 ini.

Banyaknya penikmat teh Thailand ini, diakui Taufik, dirinya kadang kewalahan. Lantaran bahan bakunya impor semua, sehingga harus memiliki stok yang cukup banyak. “Meski begitu, kami sangat bersyukur,” tandasnya.

Sementara itu, Reyuni, salah satu pelanggan Khab Khun Thai Tea karena cocok rasanya dan harga yang terjangkau. “Aku suka Thai Tea, soalnya enak dan beda sama yang lain. Harganya juga cocok dan pas di kantong mahasiswa,” terang mahasiswa Undip ini. (*/ida)