33 C
Semarang
Senin, 6 Juli 2020

Nekad Keluar Kerja dari Bank, Sempat Jualan Jilbab dan Es Teh

Taufik Hersanto, Jualan Teh Thailand Karena Mimpi Sang Istri

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

Kegemaran sang istri mengonsumsi Thai Tea atau Teh Thailand yang lagi populer di Kota Semarang, ternyata menjadi peluang bisnis bagi Taufik Hersanto. Seperti apa?

ESTIKA WIDA

KUNCI keberhasilan seorang wirausahawan adalah sabar saat melalui jatuh bangun dalam berbisnis. Pada saatnya, akan menemukan kesuksesan melalui jalan yang tak terduga. Sebagaimana yang dirasakan oleh Taufik Hersanto yang sudah dua tahun menjadi pegawai bank, berani mengambil keputusan keluar dari pekerjaannya.

Taufik pun banting stir memulai berbagai macam usaha. Sempat jualan jilbab dan jualan es teh. Sempat pula, hendak jualan beragam jus. “Sudah kami siapkan semuanya, mulai dari peralatan sampai bahan baku. Tapi tiba-tiba istriku bermimpi, bahwa kami berdua berjualan Thai Tea terus ramai sekali. Akhirnya kami banting stir jualan Thai Tea,” tuturnya.

Selain sebab mimpi, tutur Taufik, sang istri bernama Desha Dihasta saat hamil juga ngidam Thai Tea. “Saking seringnya mengonsumsi, sampai bisa dibilang boros, karena harus membelinya di mal,” tuturnya.

Dari kebiasaan sang istri mengonsumsi Thai Tea yang diperkuat dengan mimpi, Taufik memberanikan diri membuka kedai dengan nama Khab Khun Thai Tea sejak Mei 2017 lalu. “Kami sengaja memilih nama Khab Khun, yang artinya adalah terima kasih dalam bahasa Thailand. Nama tersebut sebagai wujud terima kasih dan bersyukur kepada Allah SWT, karena telah dimudahkan segala sesuatunya,” ungkapnya penuh syukur.

Tak disangka, animo masyarakat atas kehadiran kedai Khab Khun Thai Tea ini, sangat positif. Terbukti setiap hari, Thai Tea jualannya selalu habis. “Harga yang kami tawarkan sangat berbeda dengan Thailand Tea yang dijual di mal atau restoran. Kami memilih konsep harga kaki lima, namun kualitas mal sehingga tidak mahal. Mulai dari Rp 10 ribu hingga Rp 15 ribu,” jelasnya.

Saat ini, Taufik baru memiliki dua cabang, yaitu di Jalan Banjarsari Tembalang dan Jalan Peleburan Barat. Bulan depan, Taufik berencana menambah cabang usahanya di Kedungmundu, Klipang, Arjuna, Udinus, dan Tlogosari. “Kami saat ini baru ada dua cabang, dengan karyawan enam orang. Buka mulai dari pukul 11.00 sampai pukul 21.00,” ujarnya.

Teh Thailand yang Taufik tawarkan ini berwana lebih hitam dari teh biasa. Namun sangat kaya akan rempah Asia, seperti kapulaga dan adas bintang. Hal ini yang membuat teh Thailand memiliki khasiat seperti mencegah alergi, mencegah asma, mencegah kanker, serta mengembalikan metabolisme tubuh.

Dibuat dengan campuran susu, sehingg minuman ini rasanya sangat khas dan sangat nikmat bila diminum saat matahari terik. Ada lima varian rasa di Khab Khun Thai Tea. Yaitu Original Thai Tea, Green Tea Thai Tea, Coffee Thai, Tiramisu Coffee Thai, dan Ovomaltine Thai Tea. Perbedaan Thai Tea milik Taufik dengan Thai Tea yang lain terletak pada cara pembuatan dan bahan baku. “Bahan baku Thai Tea ini semuanya memang impor. Selain itu, cara pembuatannya kami berbeda. Kalau yang lain hanya diaduk saja, kalau kami tidak hanya diaduk, tapi juga ditarik. Lalu ada bumbu rahasia diracikan teh Thailand,” papar pria kelahiran Semarang, 18 Mei 1990 ini.

Banyaknya penikmat teh Thailand ini, diakui Taufik, dirinya kadang kewalahan. Lantaran bahan bakunya impor semua, sehingga harus memiliki stok yang cukup banyak. “Meski begitu, kami sangat bersyukur,” tandasnya.

Sementara itu, Reyuni, salah satu pelanggan Khab Khun Thai Tea karena cocok rasanya dan harga yang terjangkau. “Aku suka Thai Tea, soalnya enak dan beda sama yang lain. Harganya juga cocok dan pas di kantong mahasiswa,” terang mahasiswa Undip ini. (*/ida)

Berita sebelumyaAwali dari Mimpi
Berita berikutnyaIngin Cetak Juara Dunia Baru

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Menyusuri Konflik Abadi di Tanah Mesuji

Ribuan keluarga hidup di Register 45, Mesuji, Lampung. Hari-hari mereka jalani tanpa ketenangan. Selain karena wilayahnya belum diakui negara, konflik perebutan lahan terjadi tak...

Ajak Anak Membaca, Eratkan Kedekatan Orang Tua

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Puluhan siswa TK bersemangat saat diminta membaca bersama orangtuanya di Lapangan Mapolrestabes Semarang, Jumat (4/5). Kegiatan tersebut merupakan inisiatif yang diprakarsai...

Foto Jadul dan Payung Teduh Ramaikan Borobudur

MUNGKID-- Candi Borobudur mulai berhias untuk menyambut libur Lebaran tahun ini. Pengelola menyiapkan sejumlah wahana baru untuk swafoto pengunjung. Gemeral Manager Borobudur, PT Taman Wisata...

Targetkan Adipura 2018

DEMAK - Pemkab Demak bekerja keras untuk mendapatkan piala Adipura pada 2018 mendatang. Hal ini ditegaskan Wabup Joko Sutanto dan Sekda dr Singgih Sutanto...

Racikan Tujuh Rempah, Tradisi Ratusan Tahun

Tradisi ratusan tahun yang sampai sekarang masih terjaga itu adalah menikmati buka puasa dengan minuman kopi ramuan tujuh rempah di Masjid Menara, Kampung Melayu,...

SUTET Tak Terbangun PLN Rugi Triliunan

BATANG-Perusahaan Listrik Negara (PLN) terus berupaya merealisasikan pembangunan Saluran Udara Tegangan Ektra Tinggi (SUTET) 500kv TX Ungaran-Pedan-Mandirancan, yang sudah lama di rencanakan. “Karena jika telat...