DISOSIALISASIKAN : Sebelum dilaunching secara resmi, bus tingkat warna merah bertuliskan “Yuk Muter-Muter Semarang” ini terus disosialisasikan kepada masyarakat saat asyik menikmati Car Free Day di Simpanglima Semarang, Minggu (10/9) lalu (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG).
DISOSIALISASIKAN : Sebelum dilaunching secara resmi, bus tingkat warna merah bertuliskan “Yuk Muter-Muter Semarang” ini terus disosialisasikan kepada masyarakat saat asyik menikmati Car Free Day di Simpanglima Semarang, Minggu (10/9) lalu (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG).

KEHADIRAN wisata bertingkat dengan warna mencolok merah bertuliskan Yuk Muter-Muter Semarang, mendapatkan apresiasi positif para pelaku wisata. Meski baru satu unit yang akan diluncurkan 27 September mendatang, cukup mengobati dahaga masyarakat Kota Semarang dan para wisatawan yang ingin menikmati beberapa objek wisata di Kota Semarang.

Ketua Generasi Pesona Indonesia (Genpi) Jawa Tengah, Shafiq Pahlevi sangat mengapresiasi upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang dalam menyediakan bus wisata. “Sangat bagus itu, kami menyambut gembira dengan launching bus wisata tersebut. Tentu akan memudahkan wisatawan berkeliling di Kota Semarang,” katanya, Sabtu siang (16/9) kemarin.

Menurut Shafiq, setelah resmi diluncurkan, pihaknya meminta Pemkot Semarang, agar rute bus tersebut bisa menyambangi seluruh objek wisata di Kota Semarang, misalnya Kota Lama, Sam Poo Kong, Lawang Sewu, dan beberapa objek wisata lainnya. “Kalau sudah ada bus, objek wisata andalan di Semarang harus disambangi dan harus punya konektivitas terhadap objek wisata lainnya,” tuturnya.

Untuk wisatawan yang ingin menggunakan bus tersebut atau melakukan city tour, lanjut Shafiq, tidak boleh dipersulit. Selain itu, jika berbayar, ia meminta agar paket city tour yang disediakan tidak memberatkan wisatawan. “Crew dan supir pun harus ramah dengan wisatawan, kalau bisa yang komunikatif dan menguasai bahasa asing. Perawatan dan keamanan bus harus diperhatikan sehingga wisatawan merasa aman,” tambahnya.

Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Jawa Tengah, Joko Suratno juga merasa senang dengan adanya bus wisata tersebut. “Dulu sempat ada, tapi informasinya terkendala rute. Saya harap, kali ini bisa dipakai wisatawan yang datang untuk melakukan city tour,” katanya.

Namun jika kehadiran bus wisata ini disambut baik oleh masyarakat, pihaknya berharap ada tambahan unit bus agar bisa mengakomodasi para wisatawan. Ia menyebutkan branding ataupun informasi terkait bus tersebut pun harus diperbanyak, misalnya di hotel-hotel ataupun bandara dan pelabuhan. “Jadi wisatawan yang datang bisa tertarik untuk mencoba. Crew dalam bus juga harus bisa menjadi tour guide dan bisa memberikan penjelasan bagi wisatawan asing ataupun wisatawan lokal yang menggunakan bus tersebut,” ucapnya.

Dengan adanya bus wisata, lanjut Joko, bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang datang ke Semarang. Selain itu, lebih memudahkan wisatawan melakukan city tour ke beberapa objek wisata andalan Kota Semarang. “Harapannya tentu fasilitas moda transportasi ini bisa ditambah dan harga untuk city tour tidak memberatkan wisatawan,” ucapnya.

Terpisah Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang, Masdiana Safitri melalui Kabid Perindustrian Pariwisata, Sapto Giarso  mengatakan jika operasional bus tersebut merupakan wewenang Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang. Pihak Disbudpar memiliki tugas mengkoordinasikan dengan objek wisata yang dikunjungi terutama objek wisata yang berbayar. “Kami menggandeng Himpunan Pramuwisata Indonesia (Semarang) untuk memberikan pelayanan kepada wisatawan, terkait operasional bus tersebut. Selain itu, kami juga menghubungkan wisatawan yang menggunakan bus dengan pengelola dan memberikan harga khusus,” tuturnya.

Saat ini, rute operasional bus wisata tersebut masih terpusat di kota saja. Sedangkan objek wisata andalan lainnya seperti Goa Kreo, Desa Wisata Kandri, Vihara Watu Gong, Kebun Binatang Mangkang dan lainnya belum bisa diakomodasi. Ke depan, dirinya berharap akan ada penambahan unit lagi agar wisatawan punya banyak pilihan dalam melakukan city tour ke objek wisata lain. “Jika ini sukses, kemungkinan ada penambahan unit dan penambahan rute objek wisata lainnya,” tambahnya. (den/ida)