TERIMA ADUAN: Perwakilan warga Kebonharjo, Semarang utara saat beraudiensi dengan Bibit Samad Riyanto didampingi Ketua GMPK Jateng Edy Susanto (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG).
TERIMA ADUAN: Perwakilan warga Kebonharjo, Semarang utara saat beraudiensi dengan Bibit Samad Riyanto didampingi Ketua GMPK Jateng Edy Susanto (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG).

SEMARANG-Forum warga Kebonharjo, Semarang Utara, adukan permasalahan terkait sejumlah dugaan penyimpangan yang dilakukan oleh oknum atas penggusuran yang dilakukan PT Kereta Api Indonesia (KAI) beberapa waktu lalu, kepada mantan Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) era Presiden SBY, Bibit Samad Riyanto.

Dalam pertemuan itu 12 perwakilan warga Kebonharjo datang menemui rombongan Bibit Samad yang hadir didampingi pengurus Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK). Warga kemudian menyerahkan berkas barang bukti sejumlah dugaan penyimpangan atas penggusuran permukiman Kebonharjo, Jumat (9/15).

Dalam pertemuan itu, Bibit Samad berharap dalam proyek negara tersebut, jangan sampai ada pihak-pihak ataupun instansi yang melakukan penyimpangan ataupun tindak pidana korupsi. Menurut Ketua Umum DPP GMPK tersebut, masyakarat jangan sampai dirugikan. Ia juga berjanji akan mempelajari kasus tersebut dan segera berkordinasi dengan pihak-pihak terkait, terkait dugaan tindak pidana yang dilaporkan warga.

“Kami di GMPK juga ada program advokasi akibat adanya pihak-pihak yang melakukan perbuatan semena-mena terhadap masyarakat,” kata Bibit yang juga Ketua Satgas Dana Desa Kemendes PDTT ini.

Warga Kebonharjo, Diana Sukorina yang hadir dalam pertemuan itu berharap, permasalahan yang dihadapi warga bisa segera diselesaikan dan diperhatikan oleh pemimpin-pemimpin di Jakarta, sehingga nantinya tidak berdampak merugikan masyarakat dan mencegah permainan oknum tak bertanggungjawab.

“Unsur dugaan pidana korupsi yang sudah kami rangkum dalam berkas, kami harap bisa diteruskan ke KPK oleh pak Bibit,” kata Diana diamini seluruh warga yang hadir.

Sementara itu, Ketua Forum RW Kebonharjo, Suparjo menyebutkan, warganya sengaja mengadu ke Bibit Samad salah satu alasannya terkait hasil audiensi Ombudmsan dengan PT KAI yang mana terungkap dana penggusuran sebesar Rp 44,4 miliar. Selain itu sejumlah oknum yang sempat bermain dalam proyek juga diadukan tentunya dengan didukung bukti kuat dari hasil temuan warga yang sudah diserahkan ke tim Bibit Samad. (jks)