AMAN DIKUNJUNGI: Suasana pagi dataran tinggi Dieng. Pada musim libur, kawasan candi menjadi lokasi camping. Tampak seperti negeri di atas awan. Lokasi ini aman untuk dikunjungi dan tidak terpengaruh status waspada kawah Sileri (SUMALI IBNU CHAMID/JAWA POS RADAR KEDU).
AMAN DIKUNJUNGI: Suasana pagi dataran tinggi Dieng. Pada musim libur, kawasan candi menjadi lokasi camping. Tampak seperti negeri di atas awan. Lokasi ini aman untuk dikunjungi dan tidak terpengaruh status waspada kawah Sileri (SUMALI IBNU CHAMID/JAWA POS RADAR KEDU).

BANJARNEGARA—Status waspada sejak Kamis (14/9) malam, pukul 23.00, diberlakukan pada kawah Sileri  di Desa Kepakisan, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara. Saat ini, area kawah Sileri terus dijaga ketat  oleh petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarnegara. Wisatawan dan masyarakat dilarang memasuki radius aman 1 kilometer dari bibir kawah.

Kepala BPBD Banjarnegara, Arif Rahman, kepada Jawa Pos Radar Kedu,  Jumat (15/9) kemarin, menegaskan, tidak boleh ada aktivitas wisata maupun petani di dekat area kawah. “Kita  terus melakukan penjagaan sampai Sileri turun ke level 1 (normal).”

Berdasarkan laporan tertulis, kawah Sileri terus naik aktivitas kegempaanya. Tercatat, hasil pengamatan visual gunung api Dieng periode Juni-14 September 2017 telah terekam 24 kali gempa tektonik jauh, 173 kali gempa tektonik lokal, 51 kali gempa vulkanik dalam, 10 kali gempa vulkanik dangkal, 12 kali gempa tornillo, 485 kali gempa hembusan, 1 kali gempa letusan, dan gempa tremor menerus.

Selain itu, pengukuran konsentrasi gas dan suhu kawah menunjukkan peningkatan signifikan. Yakni, dari 90,7 C menjadi 93,5 C. Suhu tanah di kawah Sileri juga menunjukkan peningkatan, dari 58,6 C menjadi 69,4 C.  Tak hanya Sileri. Hasil pengukuran suhu  di kawah Timbang juga menunjukkan peningkatan dari rata-rata 57,3 C menjadi 62,7C. Kendati demikian, suhu tanah di kawah Timbang sejak 1 Juni – 13 September 2017 menunjukkan tren menurun. Yakni, 18,6 C menjadi 17,2 C.

Selain itu, konsentrasi CO2 (gas beracun) di kawah Timbang sejak 25 Mei sampai 13 September berkisar antara 0,22-0,24 persen. Artinya, tidak menunjukkan adanya peningkatan.  Meningkatnya aktivitas vulkanik gunung api di kawasan Dieng, dikhawatirkan akan muncul erupsi freatik, hujan lumpur, lontaran material dari kawah Sileri. Sedangkan di kawah timbang, ada ancaman meningkatnya konsentrasi gas-gas vulkanik dan aliran gas CO2 konsentrasi tinggi yang berbahaya bagi manusia.

Sementara itu, meski kawah Sileri berstatus waspada, namun objek wisata dataran tinggi Dieng tetap dibuka. Banyak warga yang berwisata di Dieng. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan  Kabupaten Banjarnegara, Dwi Suryanto,  Jumat (15/9) kemarin memastikan obyek wisata di luar radius 1 Km dari kawah Sileri, tetap aman dikunjungi. “Di luar kawah Sileri, objek wisata tetap buka dan aman dikunjungi wisatawan. Jadi, tidak ada masalah,” katanya.

Objek wisata lain yang dimaksud adalah kompleks Candi Arjuna, Telaga Merdada, Kawah Sikidang, Candradimuka, dan Jalatunda. “Semua  tetap beroperasi seperti biasa.” Pun, objek wisata lain di wilayah Dieng Timur (Wonosobo) seperti Gunung Prau, Bukit Sikunir, Telaga Warna, tetap aman dikunjungi.

Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Dieng, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Surip menegaskan,  kenaikan aktivitas vulkanik di kawah Sileri, tidak akan berdampak pada aktivitas kawah yang lain.

Meski begitu, lanjut Surip, semua kawah di kawasan dataran tinggi Dieng memiliki potensi letupan. Letupan itu dapat terjadi dengan skala kecil maupun besar. Dikatakan, PVMBG mengamati setiap aktivitas vulkanik di semua kawah Dieng, dengan beberapa alat detektor maupun sensor. Di antaranya, detektor  berupa sensor suhu, sensor gas, sensor getaran, hingga CCTV. “Yang kami batasi hanya kawah Sileri, radius aman satu kilometer. Sedangkan tujuan lain seperti kawah Sikidang tetap berjalan normal.” (cr2/isk)