MAGELANG—Krisis air bersih di wilayah Kabupaten Magelang terus meluas. Kali ini dialami oleh warga Kalisari dan Tubansari, Desa Margoyoso, Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang. Warga setempat, saat ini benar-benar berhemat air. Mereka terpaksa mandi sehari sekali, karena sulitnya mendapatkan air bersih.

Winarti, 53, warga Tubansari, Desa Margoyoso menuturkan, sejak Lebaran lalu hingga kini, wilayahnya belum sekali pun diguyur hujan deras. Karena itu, warga setempat sangat membutuhkan tu dropping air bersih untuk keperluan memasak.

“Mandi ya terpaksa sehari sekali menjelang salat Dzuhur di sungai,” tuturnya. Bagaimana dengan anak-anak? Winarti mengaku, anak-anaknya mandi di sungai. “Ya, kaau pagi mandinya di kalen (sungai),” kata Winarti di sela menerima droping air bersih dari jajaran Satlantas Polres Magelang, baru-baru ini.

Warga desa lainnya, Yakub, 80, menuturkan hal senada. Kata pria sepuh itu, dropping air bersih diterima sejak  Agustus lalu. Kata Yakub, sebenarnya warga telah berupaya  mengatasi kekeringan dengan memasang paralon air dari Wonogiri, Kecamatan Kajoran. Hanya saja, air yang mereka inginkan  tidak bisa sampai. “Kalau air dari Kajoran sampai sini sudah bisa mengalir, tandon air bisa dimanfaatkan 9 KK,” katanya.

Kepala Seksi Logistik, Bidang Kedaruratan dan Logistik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang, Nurhadi mengatakan, sejak Juli hingga saat ini, pihaknya telah melakukan dropping air sebanyak 85 tangki.

Dikatakan, selain Kecamatan Salaman dan Borobudur, yang  sudah mengajukan bantuan air adalah Wonogiri, Kecamatan Kajoran. “Untuk Wonogiri, kami belum melakukan dropping air. Baru sebatas mengajukan permintaan per telepon.” (jpg/isk)