PEKALONGAN–Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo mendorong para kreator dan inovator untuk diaplikasikan dalam kehidupan nyata. Sehingga hasil kreasinya, tidak hanya menjadi prototipe untuk memenuhi perpustakan dan hanya menjadi barang yang tidak berguna.

Hal tersebut disampaikan Ganjar saat membuka Pekan Inovasi Kota Pekalongan dan Pameran Produk Inovasi Jawa Tengah Tahun 2017, di GOR Jetayu Kota Pekalongan, Jumat (15/9) kemarin. “Hasil karya inovasi melalui temuan teknologi terapan harus didorong menjadi karya nyata yang aplikatif, sehingga mampu mengatasi persoalan yang dihadapi masyarakat,” kata Ganjar usai membuka acara.

Oleh karena itu, katanya, hasil temuan karya kreatif dan inovasi tersebut, perlu hilirisasi untuk bisa menjadi karya berbasis teknologi yang inovatif. Seperti Ethiopia yang kering, akan dijadikan tempat pertanian terbesar sedunia, dengan alat ciptaan Israel. Dengan teknologi tepat guna, bisa menjadi solusi kehidupan manusia. Seperti kasus garam, beberapa negara sudah memiliki alat pembuat garam otomatis, sehingga tidak terjadi krisis garam seperti di Indonesia yang notabene dua pertiga wilayahnya laut.

“Saya geram dengan kasus garam, kok bisa terjadi krisis, padahal laut luas. Kalau perlu, saya akan beli alat pembuat garam, agar menjadi pemicu munculnya teknologi di Indonesia,” ujarnya lagi.

Pada kesempatan kemarin, Ganjar juga mengapresiasi penemu dari Jawa Tengah. Selain diberikan penghargaan, temuan tersebut akan diintegrasikan dengan wilayah lain sehingga bisa bermanfaat bagi orang lain.

Salah satu yang diapresiasi langsung, karya inovasi berupa jaring yang diberi nama Apollo yang diciptakan warga Kabupaten Batang bisa membantu para nelayan yang kini masih menggunakan alat cantrang.

Adanya larangan pemerintah mengoperasionalkan jaring cantrang, dengan jaring Apollo dapat menggantikan peran alat jaring ikan tersebut. Jaring Apollo bisa menggantikan peran jaring cantrang, karena lebih ramah lingkungan dan harganya lebih murah. Saya tantang penciptanya, untuk di bawah 10 GT. Kalau diaplikasikan hasilnya bagus, pemerintah akan membeli dan dihilirisasi ke nelayan daerah lain,” ucapnya.

Ganjar mengatakan Pemprov Jateng akan mendorong pelaku industri kreatif terus meningkatkan produksi alat tangkap ikan secara masal sehingga pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan sebagai pengatur regulasi dapat menggunakan jaring Apollo sebagai jawaban persoalan alat tangkap cantrang.

Hasil karya inovasi lain yang disebut Ganjar adalah Motor Ndeso cipataan SMK Negeri Warungasem Batang. Yakni, motor yang bisa digunakan petani, selain alat transportasi ke sawah juga bisa dijadikan alat penyedot air pada saat kekeringan.

Ditambahkan Sekda Kota Pekalongan Sri Ruminingsih bahwa Pekan Inovasi Kota Pekalongan Tahun 2017 yang digelar di GOR Jetayu Kota Pekalongan, berlangsung sejak Jumat (15/9) sampai Minggu (17/9) mendatang. Dimeriahkan 100 stand yang memamerkan 100 macam hasil karya terbaik dari masing-masing UKM (Usaha Kecil Menengah) dari Kota Pekalongan maupun Luar Kota Pekalongan. Dengan porsi 30 persen dari luar kota, sisanya untuk warga Kota Pekalongan. Terutama hasil kreativitas setiap kelurahan dan kecamatan yang ada.

Selain itu, stand dari berbagai instansi se-Jateng, mulai dari Pemkab hingga komunitas se-Jawa Tengah. Bahkan, ditampilkan juga hasil kreasi penerima penghargaan Kreanova 2017.

Pengunjung yang hadir, bisa datang ke berbagai stand untuk menambah wawasan tentang teknologi terbaru . Ditambah lagi, di area luar GOR juga menyediakan banyak stand kuliner dan beberapa stan produk inovatif lainnya. (han/adv/ida)