PEKALONGAN-Masyarakat Kota Pekalongan diimbau untuk turut menghentikan fitnah atas almarhum Wali Kota Pekalongan HA Alf Arslan Djunaid, yang digelindingkan sekelompok masyarakat di dunia maya atau portal-portal online. Yakni, terkait isu menyesatkan berupa penyegelan masjid di Kelurahan Krapyak. “Kasihan almarhum, karena jasa-jasanya bagi masyarakat Kota Pekalongan terhapus oleh berbagai fitnah keji,” kata Kepala Bagian Humas Setda Kota Pekalongan, Arif Karyadi.

Dikatakan Arif, Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan selalu membantu setiap pendirian masjid maupun musala. Bahkan sebelum kebijakan wajib berbadan hukum bagi lembaga yang mengajukan hibah dan bansos, Pemkot sudah menyalurkan hibah dan bansos kepada seluruh masjid, musala maupun TPQ (Taman Pendidikan Quran) dan madin (madrasah diniyah). “Sedangkan yang terjadi di Kelurahan Krapyak adalah pengurusan IMB gedung serbaguna. Bukan pembangunan masjid. Sehingga aturan normatif yang dipegang oleh Pemkot Pekalongan,” tandasnya.

Adalah sangat lazim, tegasnya, dalam pengurusan izin apapun harus dilengkapi dokumen penunjang yang dipersyarakatkan oleh DPM-PTSP. Untuk kemudian dimintakan rekomendasi dari instansi teknis, yang dalam hal ini adalah DPU-PR Kota Pekalongan.

Perlu diketahui, bahwa pengajuan izin telah dilakukan pihak yayasan berkali-kali. Beberapa waktu lalu, pihak yayasan telah mengajukan perizinan baru per tanggal 30 Agustus 2017. Selama 18 hari kalender, pihak DPM-PTSP akan memutuskan apakah pengajuan izin tersebut memenuhi persyaratan, sehingga dikeluarkan izinnya atau tidak.

“Kami harap semua pihak menghargai apa yang diputuskan oleh lembaga yang berwenang serta tidak terpancing dengan isu maupun pemberitaan apapun yang mengadu domba antar kelompok di tengah masyarakat,” tegasnya.

Sampai dengan saat ini, kata Arif, Pemkot Pekalongan senantiasa mewujudkan masyarakat lebih sejahtera, mandiri dan berbudaya berlandaskan nilai-nilai religiusitas. Salah satu bentuk nyata basis religiusitas adalah tempat-tempat ibadah, seperti masjid dan musala maupun lembaga pendidikan keagamaan lain di seluruh Kota Pekalongan bisa berdiri tegak.

Tokoh Masjid Al Arqom Krapyak Kidul Gang 7 Kecamatan Pekalongan Utara menegaskan bahwa wafatnya Wali Kota HA Alf Arslan Djunaid yang semasa hidupnya akrab disapa Alex, tidak terkait dengan pidato dirinya seperti yang sudah menjadi viral di dunia maya atau medsos. “Itu fitnah dan kita jangan ikut menyebarkan fitnah. Kami mohon agar semua video, status atau komentar atas wafatnya Almarhum Wali Kota yang dikaitkan dengan masjid untuk segera dihapus. Karena sesungguhnya yang terjadi adalah beliau sedang mengusahakan memproses terbitnya izin untuk pembangunan masjid tersebut,” kata Ustad Koko di kediamannya HM Andy Arslan Djunaid Pesindon.

Sementara itu, adik Wali Kota HM Andy Arslan Djunaid memaafkan siapapun yang terlanjur memfitnah kakaknya di media sosial. Andy menganggap semua itu, karena ketidaktahuan semata. “Saya maafkan semuanya,” kata dia yang juga Ketua Umum Kospin Jasa.

Perlu diketahui, setelah fitnah merajalela, akhirnya Ustad Anang Rikza Masyhadi memediasi terjadinya tabayyun antara keluarga wali kota dengan pentolan Masjid Al Arqom. Kedua belah pihak sepakat mengutamakan persatuan. (han/ida)