33 C
Semarang
Minggu, 31 Mei 2020

Baru 20 Pedagang, Ribet Ngurus ke Kantor

Ketika Pedagang Diminta Mengurus Surat Izin Tempat Usaha

Another

Di Suriname, Presiden pun Ikut Jemput Didi Kempot (10)

Didi Kempot adalah tombo kangen warga Suriname terhadap tanah leluhur. Untuk mengenang dan menghormati sang maestro, puluhan artis di...

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma...

Jumlah pedagang di Pasar Rejowinangun yang telah mengantongi Surat Izin Tempat Usaha (SITU) hanya 20 pedagang, dari total keseluruhan pedagang sebanyak 3.450 orang. Mengapa?

KEPALA Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Magelang, Joko Budiyono, menyampaikan, SITU merupakan surat legalitas pedagang yang menempati los dan kios di pasar induk.

Menurut Joko, SITU dirintis sejak  tiga tahun lalu.  “Surat izin ini merupakan implementasi dari Perda No 6/2011 tentang Pengelolaan Pasar Tradisional, Penataan dan Pembinaan Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern.” Begitu pula implementasi dari Perwal No 8/2014 tentang Tata Cara Pengajuan Permohonan SITU/surat izin penempatan pedagang tradisional.

Joko menjelaskan, rintisan SITU sudah lama, tapi baru terealisasi sekarang. Kendati demikian, kata Joko, baru 20 SITU yang dikeluarkan untuk pedagang yang menempati los Pasar Rejowinangun. “Targetnya, semua pedagang ke depan harus memiliki SITU, kecuali yang menempati lesehan. Tapi, untuk tahun ini, kita selesaikan dulu yang 432 pedagang.”

SITU dikeluarkan oleh Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP). Prosesnya, pedagang mengajukan permohonan ke UPT Pasar Rejowinangun dan dilanjut ke DPMPTSP. Sebelum SITU dikeluarkan, Disperindag memberikan rekomendasi terlebih dahulu. Setelah jadi, langsung diserahkan ke pedagang.

“Proses pengajuan bersifat gratis. Syarat pengajuan, pedagang harus jelas status daftar penempatannya dan sudah lunas retribusi. Sejauh ini, sudah masuk pengajuan sebanyak 432 pedagang dan ditarget rampung akhir tahun ini.”

Dikatakan, total jumlah pedagang di Pasar Rejowinangun sekitar 3.450 pedagang. Rinciannya,  254 menempati kios, 1.896 pedagang menempati los, dan 2.065 lesehan.

Mengapa banyak pedagang yang belum memiliki SITU? Sejumlah pedagang mengaku tidak tahu apa itu SITU. “Apa itu SITU? Dari dulu, nenek saya dagang di sini, nggak perlu surat izin. Yang penting terdaftar di Unit Dinas Pasar dan rajin bayar retribusi, beres,” kata seorang pedagang yang menolak menyebut namanya.

Ia menduga, sosialisasi yang dilakukan dinas terkait SITU sangat minim, sehingga banyak pedagang yang tidak tahu harus mengurus dokumen SITU. “Sebaiknya semua pedagang dikumpulkan dan diberi pengarahan.”

Pedagang lainnya, Siti, 56, menuturkan belum mengurus SITU karena prosesnya ribet. Bagi dirinya yang sudah berumur,  mengurus surat-surat ke dinas terkait tidak percaya diri. “Wah, yo wegah nek ngurus-ngurus ndadak mlebu kantor,” ucapnya. Ia mengusulkan agar petugas Dinas Pasar atau paguyuban pedagang proaktif mendatangi pedagang dan mengajukan perizinan secara kolektif. “Nek ngaten, nggih kulo setuju. Mboten sah repot.” (cr3/isk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Di Suriname, Presiden pun Ikut Jemput Didi Kempot (10)

Didi Kempot adalah tombo kangen warga Suriname terhadap tanah leluhur. Untuk mengenang dan menghormati sang maestro, puluhan artis di...

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah kasih. Lirik-liriknya memicu penasaran orang...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma diproduksi 100 biji kaset itu,...

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos pulang. Sempat membuatkan lagu khusus...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi, Jawa Pos — KATA sang kakak, ”Pas kecil...

More Articles Like This

Must Read

Kampung Pelangi Jadi Magnet Wisatawan Asing

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Geliat pariwisata di Kota Semarang mulai menjadi magnet wisatawan. Menyusul banyaknya kampung tematik yang dibentuk Pemkot Semarang. Salah satunya Kampung Pelangi...

Kampanye Cinta Budaya Lokal

Semakin lunturnya budaya lokal membuat sekelompok pemuda membentuk Komunitas Tembang Jiwa Jateng. Sudah dua tahun lebih mereka menggelar event rutin sebagai upaya melestarikan dan...

Dejavu Final Popnas 2015

SEMARANG – Tim sepakbola Jawa Tengah (Jateng) akan menghadapi Jawa Barat (Jabar) pada laga final cabang olahraga sepakbola Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) XIV/2017...

Disopiri Wanita Mabuk, Jazz Tabrak Ambulans

SEMARANG- Kecelakaan dramatis terjadi di perempatan Jalan Pemuda, dekat Pasaraya Sri Ratu Pemuda. Mobil Honda Jazz yang disopiri Rahayu Pujianti, 25, yang diduga mabuk,...

5 Karya Dosen dapat Hak Paten

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG—Universitas Muhammadiyah Magelang semakin menunjukkan diri sebagai perguruan tinggi yang berkualitas dan berkemajuan. UMMagelang berhasil meloloskan 41 proposal yang dikirim mahasiswa dalam PKM...

Wabup Berikan Bantuan Operasional

KAJEN–Puluhan tenaga pendidik Taman Pendidikan Alquran (TPQ) di Kabupaten Pekalongan, menerima bantuan operasional dari Wakil Bupati (Wabup) Pekalongan, Ir Hj Arini Harimurti, sebesar Rp...