Tangkal Radikalisme, Perkuat Peran Babinsa

335
KERJA BERSAMA : Bupati Pekalongan Asip Kholbihi bersama Pangdam IV/Diponegoro Mayjend TNI Tatang Sulaeman di gedung pertemuan umum, Kajen. Keduanya menghadiri kegiatan peningkatan mental spiritual Babinsa dan mendukung serbuan teritorial dalam penanganan radikalisme (Taufik hidayat/jawa pos radar semarang).
KERJA BERSAMA : Bupati Pekalongan Asip Kholbihi bersama Pangdam IV/Diponegoro Mayjend TNI Tatang Sulaeman di gedung pertemuan umum, Kajen. Keduanya menghadiri kegiatan peningkatan mental spiritual Babinsa dan mendukung serbuan teritorial dalam penanganan radikalisme (Taufik hidayat/jawa pos radar semarang).

KAJEN – Bupati Pekalongan Asip Kholbihi bersama Pangdam IV/Diponegoro Mayjend TNI Tatang Sulaeman, dan Maulana Habib Luthfi bin Ali bin Hasyim bin Yahya, Kamis (14/9) menghadiri kegiatan peningkatan mental spiritual Babinsa dan mendukung serbuan teritorial dalam penanganan radikalisme wilayah Kodam IV/Diponegoro, di Gedung Pertemuan Umum Kajen.

Kegiatan ini diikuti sekitar 400 Babinsa perwakilan dari seluruh Kodim di jajaran Kodam IV/Diponegoro selama dua hari dan akan berakhir Jumat (15/9) mendatang. Danrem 071/Wijayakusuma Kolonel Inf. Suhardi, Dandim 0710/Pekalongan Letkol Inf. Heri Bambang Wahyudi  serta seluruh Dandim di wilayah Pantura turut hadir.

Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi menyampaikan ucapan selamat datang kepada Pangdam IV/ Diponegoro beserta rombongan di Ibu Kota Kabupaten Pekalongan yakni Kajen. Dituturkan bahwa Kajen merupakan nama yang sakral, yang diambil dari bahasa Sansekerta maknanya tempat keluarga raja.

Menurutnya apabila ditransformasikan ke dalam bahasa Jawa modern, Kajen berarti orang yang terhormat. Sehingga didoakan Panglima beserta seluruh hadirin, adalah orang-orang yang terhormat karena pengabdiannya kepada nusa dan bangsa.

“Saya kira upaya menangkal radikalisme tidak hanya menjadi tanggungjawab institusi TNI saja, juga bukan monopoli pemerintah saja. Tetapi merupakan kerjasama, kerja keras bersama-sama dan tentu saja harus dilandasi dengan kerja ikhlas,” katanya.

Hal itu agar seluruh kekuatan bangsa bisa menyatu kembali lagi untuk menjunjung tinggi marwah bangsa Indonesia, yaitu tetap tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). “Dan di Kajen inilah saya kira ada beberapa dialog, ada beberapa kegiatan dan beberapa aksi sudah dilaksanaakan,” ungkapnya.

Pangdam IV/Diponegoro Mayjend TNI Tatang Sulaiman, mengharapkan seluruh Bintara Pembina Desa (Babinsa) bisa meningkatkan kerjasama, dengan aparat terkait untuk mencegah radikalisme dan terorisme serta dapat menjalin sinergitas, dengan seluruh masyarakat untuk mencegah segala bentuk kegiatan kelompok radikal di masyarakat.

Menurutnya Babinsa sebagai ujung tombak satuan teritorial, harus dapat mengatasi setiap ancaman gangguan hambatan dan tantangan di wilayah tugasnya. Untuk itu Babinsa harus meningkatkan keamanan, ketenteraman dan kenyamanan di tengah-tengah masyarakat. Disamping itu juga harus meningkatkan keimanan, karena ini  penting dalam upaya pencegahan ancaman baik dari dalam maupun luar negeri.

“Seluruh Babinsa dapat menyerap seluruh pembekalan secara optimal dalam kegiatan ini, sehingga nantinya bisa memberi jawaban apabila ada pertanyaan di wilayah serta mampu melaksanakan apa yang menjadi keharusan sesuai ketentuan,” kata Pangdam.

Adapun Maulana Habib Luthfi bin Ali bin Hasyim bin Yahya, sebagai pemateri utama didaulat untuk memberikan penguatan wawasan kebangsaan dan pembekalan, pencegahan serta penanganan radikalisme bagi para Babinsa Kodam IV/Diponegoro. (thd/ric)