Sungai Menghitam, Eceng Gondok Dibersihkan

368
BERSIH SUNGAI : Anggota Kodim 0710/Pekalongan bersama petugas gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD ), Polri, Satpol PP, ormas dan masyarakat, saat membersihkan Sungai Miduri dan Bremi (Taufik hidayat/jawa pos radar semarang).
BERSIH SUNGAI : Anggota Kodim 0710/Pekalongan bersama petugas gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD ), Polri, Satpol PP, ormas dan masyarakat, saat membersihkan Sungai Miduri dan Bremi (Taufik hidayat/jawa pos radar semarang).

KAJEN – Sekitar 350 personel dari Kodim 0710/Pekalongan bersama petugas gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah( BPBD ), Polri, Satpol PP, ormas dan masyarakat

melakukan pembersihan enceng gondok yang berada di Sungai Bremi, Kamis (14/9). Pembersihan dilakukan karena Sungai Bremi dan Miduri menghitam dan berbau tak sedap. Aksi juga dilakukan guna mencegah terjadinya banjir..

Tanaman eceng gondok yang berada di sungai Miduri, bukan hanya menghambat aliran sungai dan rob dari Desa Mulyorejo, Kecamatan Tirto, untuk dibuang ke laut, namun juga mengakibatkan terjadinya banjir di Desa Jeruksari, karena luapan sungai Miduri.

Kepala Desa Jeruksari Siswanto, mengungkapkan semua permukaan sungai Miduri saat ini sudah tertutup dengan eceng gondok. Sehingga mengahmbat aliran sungai dari hulu ke laut, dan air pun meluap ke Desa Jeruksari dan mengakibatkan banjir.

Menurutnya bau tak sedap dari Sungai Miduri, karena adanya limbah cair dari pabrik tekstil yang dibuang ke sungai. Sehingga air sungai berwarna hitam, dan baunya tak sedap. Air tersebut mengalir ke pemukiman warga Desa Jeruksari ketika hujan dan air laut pasang

“Kami senang dengan adanya aksi bersih sungai ini. Setelah bersih dari tanaman eceng gondok, pabrik tekstil harusnya tidak lagi membuang limbahnya ke sungai,” ungkap Siswanto.

Pasi Ops Dim 0710 Pekalongan, Kapten Inf Nurhajari, mengatakan aksi bersih sungai sebagai upaya Kodim 0710/Pekalongan dalam ikut serta  pemerintah daerah mengantisipasi bahaya banjir yang kemungkinan terjadi. Terlebih sebentar lagi musim hujan turun.

Menurutnya dengan dibersihkannya eceng gondok dari sungai, pada musim penghujan nanti air yang mengalir di Sungai Bremi dan Miduri, dapat mengalir ke laut dan tidak terjadi banjir baik di Kecamatan Tirto atau Kecamatan Pekalongan Barat. “Kami harap kebersihan sungai ini akan tetap terjaga, sehingga air dapat mengalir ke laut dan tidak terjadi banjir,” kata Kapten Inf Nurhajari.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Daerah (BPBD), Bambang Djatmiko, menegaskan bahwa pembersihan sungai akan dilakukan secara berkala dalam setiap bulannya. Agar  sungai dapat kembali bersih dan sebagai usaha agar tidak mengancam terjadinya banjir di sekitar lokasi tersebut saat hujan dan volume air naik. “Kita akan bersihkan sungai secara rutin, dengan melibatkan warga masyarakat dan bekerjasama dengan TNI Polri, “ tegasnya. (thd/ric)