SIAP TEMPUR: Kepala SDN 2 Bulugede, Susisno (memegang piala) bersama jajaran guru ditemui di sekolahnya kemarin (M HARIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG).
SIAP TEMPUR: Kepala SDN 2 Bulugede, Susisno (memegang piala) bersama jajaran guru ditemui di sekolahnya kemarin (M HARIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG).

KENDAL – Meski berada ditengah perkampungan yang jauh dari lokasi perkotaan, siswa-siswi SD Negeri 2 Bulugede, Kecamatan Patebon, Kendal mampu berprestasi dalam seni dan budaya. Salah satu prestasi yang paling dibanggakan adalah kerap menjuarai ajang perlombaan Tartil atau membaca Alquran tingkat Kecamatan Kabupaten Kendal.

Kepala SDN 2 Bulugede, Susisno menjelaskan prestasi yang ditorehkan murid-muridnya ini berkat kerja keras tenaga pendidik di sekolahnya. Salah satu upaya yang dilakukan dalam mencapai prestasi keagamaan ini adalah mengenalkan pembelajaran nilai-nilai agama sejak dini.

“Disini memang tidak ada sekolah MI, jadi kita harus menguatkan anak dengan nilai-nilai agama. Sebagai pembentukan ahlak dan moral kepada anak. Sehingga ini bagian dari pondasi yang harus kita perkuat,” kata Susisno kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Pembelajaran ini tidak hanya sebatas penyampaian atau materi saja. Disekolah ini, pihaknya menerapkan kepada murid untuk membaca doa sebelum melakukan aktifitas pembelajaran. “Mereka juga mengaji. Kalau Senin sampai Jumat sholat Dzuhur berjamaah. Selain itu kita membiasakan menyanyi Indonesia Raya sebagai pembentukan karakter,” katanya.

Meskipun sederhana, Susisno bangga terhadap murid dan tenaga pendidiknya. Pasalnya, siswa-siswa di sekolah ini juga mampu berunjuk gigi dalam ajang setiap perlombaan. Salah satu lomba yang sukses diraih adalah perlombaan tartil Alquran.

“Dari tahun ke tahun juara tingkat Kecamatan, kemudian tingkat kabupaten mendapat juara tiga juga. Kemudian lomba seni baca Alquran, kaligrafi, lomba pidato juga pernah juara. Lomba melukis cipta seni juga dapat prestasi,” katanya.

Modal prestasi yang diukir oleh muridnya ini, Susisno mengakui akan ikut tampil perlombaan Sekolah Berprestasi Menuju Kendal Permata Pantura. Bahkan, pihaknya juga siap maju dalam kategori Sekolah Berprestasi Akademik dan kategori Sekolah Berprestasi Seni dan Budaya.

“Prestasi akademik disini juga baik. Pembelajaran kita disini memakai LCD, sebagai sarana penyampaiam supaya lebih menarik dan mudah ditangkap oleh anak. Kemudian kita juga mengenalkan komputer atau laptop untuk pembelajaran supaya tidak ketinggalan mengenai informasi tehnologi,” ujarnya.

Terkait tehnologi, pihak sekolah juga hanya memberlakukan kepada murid kelas 4 sampai kelas 6 saja dengan alasan pembelajaran. Menurutnya, gadget ini didalamnya terdapat aplikasi internet yang bisa mengakses untuk mencari kebutuhan tugas siswanya.

“Jadi yang dibolehkan hanya kelas 4 sampai kelas 6, dan itupun hanya sehari yang ada jam pembelajaranya, misalkan mencari tugas di internet. Disini kita juga pantau dan mengarahkan supaya tidak menggunakan gadget tersebut mengarah yang negatif,” katanya.

Untuk memacu siswanya terus berprestasi, Susisno selalu memberikan motivasi kepada siswa dan juga guru. Bahkan, pihaknya juga tidak segan-segan memberikan reward terhadap siswa maupun guru yang berprestasi.

“Ya semoga terus berprestasi. Selain itu semoga juga bisa memiliki ruang perpustakaan. Karena kita juga akan terus mengaktifkan majalah dinding hasil kreasi anak, termasuk kording (koran dinding) sehingga anak bisa membaca disitu supaya menambah wawasan yang luas,” pungkasnya. (mha/bas)