Rem Blong, Truk Kontainer Tabrak Rumah Warga

616
HANCUR : Mobil Brio Satya milik Denny Siswanto, 37, rusak berat usai dihajar oleh truk kontainer bermuatan 2000 dos bir dari Banyumanik, Semarang dengan tujuan Bali, Kamis malam (14/9) kemarin (AFIATI TSALITSATI/JAWA POS RADAR SEMARANG).
HANCUR : Mobil Brio Satya milik Denny Siswanto, 37, rusak berat usai dihajar oleh truk kontainer bermuatan 2000 dos bir dari Banyumanik, Semarang dengan tujuan Bali, Kamis malam (14/9) kemarin (AFIATI TSALITSATI/JAWA POS RADAR SEMARANG).

SEMARANG-Sebuah rumah rusak berat usai dihajar truk kontainer bermuatan sekira 2000 dos atau 20-an ton bir merek Prost milik PT Pak Jenggot, pukul 18.15, Kamis malam (14/9) kemarin. Rumah Letkol Purn Rudi Susilo, RT 1/3 Asrama ekx Brigif 5 Srondol Kulon, Banyumanik, tepatnya di seberang Rumah Sakit (RS) Hermina, mengalami rusak parah.

Kejadian ini mengundang perhatian warga sehingga menimbulkan kemacetan cukup panjang dari arah Semarang Kota menuju arah Ungaran. Terpantau kemacetan mulai dari SPBU Srondol hingga traffic light Terminal Banyumanik.

“Macetnya justru dari arah bawah, karena yang dari bawah bisa melihat ada keramaian di depan. Justru yang dari atas tidak begitu tahu kalau ada kecelakaan, karena posisinya agak masuk ke dalam,” ujar Bripka Adib, anggota Polsek Banyumanik.

Sementara itu dari arah Ungaran menuju Semarang Kota terhitung lancar, meskipun pada saat tertentu lalu lintas tersendat. Sebab, laju kendaraan terhalang oleh sepeda motor warga yang diparkir di bahu jalan untuk menyaksikan kecelakaan tersebut.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Semarang, peristiwa ini berawal ketika I Wayan Sumerta, 43, yang sedang dalam perjalanan menuju Bali dari Karangjati, Kabupaten Ungaran ini mengalami rem blong atau rem tidak berfungsi saat sampai di traffic light Terminal Banyumanik.

Wayan meyakinkan bahwa saat keberangkatan, truknya dalam kondisi baik dan tidak mengalami rem blong. Namun, ketika sampai di traffic light Terminal Banyumanik yang saat itu hijau, tiba-tiba remnya tidak bisa berfungsi sehingga ia membanting stirnya ke kiri.

“Dari berangkat baik-baik saja, sampai lampu merah tadi posisi hijau di lajur kanan dan di depan saya itu masih ramai. Daripada makan korban jiwa, saya buang (banting stir) ke kiri,” ungkap bapak 3 anak ini.

Wayan menjelaskan bahwa pada saat itu, truknya melaju dalam kecepatan rendah dengan posisi persneling di gigi 3. Namun, melihat banyak pengendara di depannya masih ramai, Wayan berusaha menghindari dengan mengambil lajur kiri.

Sesaat kemudian, ia melihat sebuah angkot yang sedang ngetem di lajur sebelah kiri dan melakukan upaya pengereman. Seketika itu, ia menyadari bahwa remnya tidak berfungsi dan akhirnya membanting stir ke arah kiri.

Pada saat itu juga, truk bernopol DK 9430 WJ tersebut menghantam pagar rumah milik Denny Siswanto hingga akhirnya berhenti tepat di teras rumah dalam posisi terguling.

“Saat itu, saya hanya memikirkan yang penting tidak ada korban jiwa, karena padat sekali jalannya tadi. Ya sudah saya banting stir ke kiri, terperosok dan masuk ke rumah ini,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu penghuni rumah, anak dari Rudi Susilo bernama Denny Siswanto, 37, mengatakan saat kejadian ia sedang berada di dalam kamar bersama anak dan istrinya. Sekitar pukul 18.00, ia mendengar dari luar ada suara hantaman keras dan bergemuruh seperti kecelakaan.

Denny yang sedang bersantai melihat televisi, segera beranjak dari kamarnya untuk melihat penyebab suara itu. Namun saat ia hendak keluar kamar, suara keras itu justru semakin kencang dan terdengar mendekat ke arahnya. “Saya langsung membangunkan anak saya yang tidur dekat dengan pintu dan menarik istri keluar kamar karena saat melongok dari jendela itu kepala truk dekat sekali,” bebernya.

Sebelum sempat mengenai kamarnya, truk akhirnya berhenti setelah menabrak mobil Denny yang terparkir di teras dan bergeser melintang menutupi tembok dan pintu kamar Denny.

Mobil Honda Brio Satya dengan nopol H 9181 RG itu menjadi penyelamat bagi keluarga Denny. Meski pagar, taman dan teras rumah dan mobil milik Denny mengalami kerusakan parah.

Ia mengaku belum dapat memperkirakan jumlah pasti kerugian yang dialaminya. Namun, dipastikan mencapai ratusan juta rupiah, sebab mobil dan terasnya rusak berat. “Belum tahu berapa, terasnya habis semua. Mobil juga rusak,” jelasnya.

Sementara itu, Petugas Unit Lakalantas Polrestabes Semarang, Iptu Jumantri mengatakan bahwa dugaan awal penyebab kecelakaan tersebut adalah rem yang tidak berfungsi. Namun, guna penyelidikan lebih lanjut, sopir beserta truk akan dibawa untuk diamankan ke Unit Lakalantas Polrestabes Semarang dikarenakan ada kerugian materi.

“Sopir kami amankan ke Unit Laka Lantas. Truk seisinya juga diamankan karena ada kerugian materi. Tidak ada korban jiwa, hanya sopir mengalami luka ringan saja,” pungkasnya.

Sedangkan Kapolsek Banyumanik, Kompol Retno Yuli menambahkan bahwa truk dari selatan ke utara, sampai di lokasi mengalami blong. Kemudian banting stir ke kiri menabrak rumah warga. Truk baru berhenti setelah terguling. “Saat ini pengemudi truk naas tersebut telah diamankan dan diserahkan ke unit Satlantas Polresabes Semarang untuk dilakukan pemeriksaan,” tandasnya. (tsa/mha/cr4/ida)