Meriah, Festival Memedi Sawah

Must Read

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden...

MUNGKID— Festival Memedi Sawah yang digelar Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga, akan terus menjadi even tahunan. Jika sebelumnya dilaksanakan di kawasan Borobudur, kemarin digelar di kompleks Candi Ngawen Muntilan.  Festival Memedi Sawah resmi dibuka kemarin siang. Proses arak-arakan membuka kegiatan yang akan berlangsung selama tiga hari. Tahun ini, ada puluhan memedi sawah yang ikut meramaikan festival. Memedi sawah  dilombakan untuk dipilih yang terbaik.

“Tema yang kita ambil pada festival kali ini adalah nasi wiwit dan memedi sawah. Keduanya merupakan tradisi yang harus tetap dilestarikan,” kata Ketua Panitia Festival, AL Saptandyo.

Saptandyo menyampaikan, baik memedi sawah maupun nasi wiwit, memiliki makna tersendiri. Nasi wiwit  merupakan wujud syukur petani kepada Tuhan Yang Maha Esa atas panen melimpah.

“Nasi wiwit dulu dipakai atau dibuat kalau pas mau panen. Ini merupakan wujud syukur dan terima kasih petani karena diberikan panen yang baik. Wiwit juga berati miwiti atau mengawali benih yang baik untuk pertanian selanjutnya,” bebernya..

Sedangkan memedi sawah, lanjut Saptandyo, biasa digunakan petani untuk mengusir hama burung pipit yang kerap memakan padi. Bentuk atau wujud dari memedi sawah berbagai macam, tergantung pembuatnya. “Khusus untuk Festival Memedi Sawah kali ini, kita membebaskan para peserta untuk membuat memedi dengan wujud dan bahan apa pun. Kecuali dari bahan plastik.” Ada 27 dusun di Desa Ngawen, Kecamatan Muntilan, yang berpartisipasi dalam festival kali ini.

Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, Olahraga Kabupaten Magelang, Iwan Sutiarso, menyampaikan, pihaknya  mendukung pelaksanaan Festival Memedi Sawah. Menurut Imam,  even ini merupakan salah satu bagian dari daya tarik wisata Kabupaten Magelang. Tujuannya, untuk menggerakkan desa wisata dan wisata pedesaan.

Dikatakan, Kabupaten Magelang memiliki tiga bidang unggulan. Yakni, pertanian, industri kecil, dan pariwisata.  “Kami berharap, ketiganya bisa berkolaborasi untuk kesejahteraan masyarakat.” (vie/isk)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di timurnya. Kota yang di barat itu,...

Rombak Kurikulum

Reformasi besar-besaran. Di bidang kurikulum pendidikan. Itulah instruksi Presiden Joko Widodo. Kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim. Kemarin. Kata 'reformasi' saja sudah sangat ekstrem. Apalagi...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -