GIAT BERLATIH : Iqbal (paling kiri) saat sedang berlatih bersama kedua temannya di SMP IT PAPB Semarang (DOK PRIBADI FOR JAWA POS RADAR SEMARANG).
GIAT BERLATIH : Iqbal (paling kiri) saat sedang berlatih bersama kedua temannya di SMP IT PAPB Semarang (DOK PRIBADI FOR JAWA POS RADAR SEMARANG).

Ia mengaku begitu mencintai seni pencak silat. Perpaduan antara seni bela diri dan tari yang gemulai. Atas kecintaan tersebut, telah mengantarkan Muhammad Iqbal Wicaksono meraih prestasi mengharumkan. Seperti apa?

ABDUL MUGHIS

IQBAL—Muhammad Iqbal Wicaksono, saat ini masih duduk di bangku kelas 9 SMP IT PAPB Semarang. Ia memiliki hobi menekuni seni bela diri pencak silat. Potensi yang dimiliki oleh Iqbal tidak sia-sia. Sebab, di usia yang masih terbilang belia, Iqbal mampu menorehkan prestasi gemilang.

Tentu saja, ini menjadi awal baik bagi dia untuk mengukir sejarah masa depannya yang masih panjang. Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) SMP/MTs sederajat se-Kota Semarang menjadi event yang bisa dibilang bersejarah bagi Iqbal. Sebab, tanpa diduga sebelumnya, ia mampu menyabet juara I dan berhak menerima kalungan medali emas dalam cabang olahraga pencak silat kategori berat badan 51 kg-54 kg.

“Saya tidak mengira, yang terpenting yakin bisa melewati tahapan demi tahapan. Mulai dari babak penyisihan, perempat final dan ternyata bisa hingga partai puncak final. Alhamdulillah menang,” kata Iqbal ditemui di sekolahnya, Jalan Panda Barat 44, Palebon, Pedurungan, belum lama ini.

Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) SMP/MTs sederajat se-Kota Semarang tersebut dihelat pada 26-27 Agustus 2017 di GOR UPGRIS Semarang. Popda sendiri adalah program pemerintah untuk mengembangkan dan menyalurkan bakat bagi pelajar yang mempunyai keahlian di bidang olahraga. Diselenggarakan dua tahun sekali oleh pemerintah daerah melalui Dinas Kepemudaan dan Olahraga.

Ia mengaku senang bisa memperoleh prestasi tersebut. Anak kedua dari pasangan Ali Ridho dan Ika Kusri Rahayu ini mengaku prestasi tersebut menjadi penyemangat dirinya untuk lebih giat. Ia mengaku bahwa kunci meraih prestasi adalah keseriusan, ketekunan, dan cinta. “Saya sangat suka dengan seni bela diri pencak silat. Persiapan untuk mengikuti Popda seperti ini, sudah dilakukan jauh-jauh hari. Bahkan sejak awal tahun ajaran sekolah dibuka, saya sudah mulai latihan rutin,” katanya.

Dia sendiri mengaku menekuni pencak silat sejak kelas 2 Madrasah Ibtidaiyah (MI). Bahkan ini merupakan prestasi yang kesekian kali. Sebelumnya, sejumlah prestasi juga pernah diraih dalam ajang berbeda. Di antaranya runner up Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) yang diadakan Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kota Semarang di SMA Negeri 2 Semarang pada awal Mei lalu. Di tingkat provinsi, Iqbal meraih peringkat tiga dalam kejuaraan Rabbani Cup di Kabupaten Kendal, belum lama ini.

“Dua tahun lalu saya juga masuk tiga besar di kejuaraan dan cabang olahraga yang sama (Popda 2015). Ini berkat kerja keras dari pelatih juga, termasuk dorongan keluarga dan pihak sekolah tentunya,” ujar Iqbal yang tinggal di Medoho, Kalicari, Pedurungan ini.

Guru olahraga SMP IT PAPB sekaligus pelatih, Woko Fajar Feriyono, 33, mengatakan, pihaknya mengapresiasi adanya kejuaraan Popda. Ajang ini menurutnya dapat sebagai sarana untuk menghasilkan atlet-atlet berprestasi di masa mendatang. “Kebetulan di tempat kami ada ekstrakurikuler pencak silat sejak 2009 lalu. Untuk ajang-ajang seperti Popda, kami memang mempersiapkannya secara khusus. Paling tidak, dua bulan sebelum penyelenggaraan dimulai,” kata Woko.

Dia berharap, anak didiknya tersebut mendapat kesempatan untuk bermain di ajang yang lebih tinggi seperti Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas). Cabang olahraga pencak silat sendiri terbagi dalam beberapa kelas berdasarkan berat badan.

“Popda tahun ini, SMP IT PAPB juga membawa pulang dua medali lain pada cabang olahraga tersebut. Medali perak kategori 54 kg-57 kg diraih siswa kelas 9, Surya Auladiansyah Prias. Adapun medali perunggu kategori 39 kg-42 kg didapat siswa kelas 8, Rifki Syafiq Ahmad Dhani,” kata dia. (*/ida)