Anggaran Pendapatan dan Belanja Naik

434
DIGEDOG: Wakil Bupati Kendal, Masrur Masykur dan Ketua DPRD Kendal Prapto Utono dalam Rapat Paripurna di Gedung DPRD Kendal (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG).
DIGEDOG: Wakil Bupati Kendal, Masrur Masykur dan Ketua DPRD Kendal Prapto Utono dalam Rapat Paripurna di Gedung DPRD Kendal (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG).

KENDAL—DPRD Kendal menggelar Rapat Paripurna pengesahan APBD Perubahan 2017 dan pembahasan lima Rancangan Peraturan Daerah (Raperda). Pada APBD Perubahan 2017 ada kenaikan anggaran pendapatan  sebesar Rp 91,571 miliar dan Anggaran Belanja bertambah sebesar Rp 245,086 miliar

Sementara lima Raperda tersebut,  yakni pertama Raperda tentang pembentukan dana cadangan penyelenggaraan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kendal serta pemilihan kepala desa tahun 2020. Raperda tersebut langung ditetapkan menjadi Perda setelah mendapat nomor register Perda dari Gubernur Jateng.

Sedangkan empat Raperda lainnya yakni Raperda perubahan atas Perda Kabupaten Kendal nomor 7 tahun 2016 tentang RPJMD Kendal tahun 2016-2021.  Raperda perubahan atas Perda nomor 11 tahun 2011 tentang Pajak Daerah. Raperda perubahan atas Perda nomor 10 Tahun 2011 tentang Retribusi Jasa Usaha. Raperda perubahan atas Perda nomor 3 tahun 2016 tentang penyelenggaraan dan retribusi perpanjangan izin mempekerjakan tenaga asing di Kendal.

Ketua DPRD Kendal, Prapto Utono mengetakan empat Raperda ini setelah dibawa dan disetujui bersama oleh bupati dan DPRD Kendal, tidak bisa langsung ditetapkan sebagai Perda. “Penetapan raperda dilakukan setelah mendapat evaluasi Gubernur Jeteng sebagai wakil pemerintah pusat sebelum ditetapkan bupati,” jelasnya.

Prapto Utono menyampaikan terima kasih kepada semua Pansus yang sudah membahas lima Raperda tersebut. “Semoga lima Raperda itu segera disahkan menjadi Perda,” ujarnya.

Nashri sebagai Ketua Panitia Khusus (Pansus) I Raperda perubahan RPJMD mengatakan dalam kesimpulabn laporan jika Pansus I menerima dan menyetujui Raperda perubahan atas Perda nomor 7 tahun 2016 tentang RPJMD untuk ditetapkan menjadi Perda.

Menengani APBD Perubahan 2017, Anggaran Pendapatan direncanakan naik Rp 91,571 miliar. Yakni dari APBD semula Rp 1, 965 trilun dengan ada penambahan ini total APBD 2017 menjadi Rp  2.057 triliun.  Rencana kenaikan tersebut untuk menambah anggaran pelaksanaan program dan kegiatan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sesuai dengan prioritas dan peruntukannya.

Kenaikan juga terjadi pada Anggaran Belanja bertambah sebesar Rp 245,086 miliar. Yakni dari Rp  2,090 triliun  menjadi Rp 2,3356 triliun. Rinciannya digunakan untuk belanja tak langsung sebesar Rp 57,120 miliar dan belanja langsung sebesar Rp 187,965 miliar.

Bupati Kendal, Mirna Annisa dalam sambutannya yang dibacakan Wakil Bupati Masrur Masykur, mengatakan, penyusunan perubahan APBD tahun 2017 didasarkan pada pendekatan anggarannya kinerja. Yakni sistem anggaran yang mengutamakan upaya pencapaian hasil kinerja atau output dari perencanaan alokasi biaya atau input yang ditetapkan. “Arah kebijakan 2017 yakni Kendal berkhidmat yang menitikberatkan pada pembangunan infrastruktur dan pelayanan publik yang prima,” jelasnya.

Dikatakan, peningkatan infrastruktur meliputi jalan, jembatan, jaringan irigasi, ketersediaan air bersih, sanitasi dan penanganan kawasan kumuh. Sedangkan peningkatan kualitas pelayanan publik dengan fokus pada penyediaan teknologi informasi yang menunjang pelayanan serta peningkat akan kualitas sumber daya Aparatur Sipil Negara (ASN). (adv/bud/zal)