SEMARANG – Masih banyaknya masyarakat yang enggan menggunakan Bahasa Indonesia dengan benar menjadi perhatian serius Balai Bahasa Jawa Tengah. Padahal, pemerintah sudah berkomitmen untuk membawa Bahasa Indonesia ke dunia internasional. Bahkan, saat ini setidaknya sudah seperlimabelas masyarakat dunia yang menggunakannya.

Koordinator Pengembangan Bahasa Balai Bahasa Jawa Tengah, Suryo Handono mengaku prihatin dengan kondisi masyarakat yang belum menggunakan Bahasa Indonesia dengan benar. Padahal sesuai Undang-undang No 24 Tahun 2009, diamanatkan agar Bahasa Indonesia menjadi bahasa internasional. “Tapi sejauh ini belum terwujud, meski sudah ada progres untuk menuju kesana,” katanya dalam Penyuluhan Bahasa Indonesia Bagi Pengelola Media Massa Kota Semarang, kemarin.

Ia menambahkan, peran media massa dalam membudayakan Bahasa Indonesia sangat besar. Apalagi, saat ini masyarakat menjadikan media massa sebagai acuan yang paling benar.  Selain itu, setiap ucapan tokoh serta pemimpin juga kerap menjadi panutan. “Kami berharap media juga memberikan edukasi, bagaimana menggunakan bahasa yang sesuai dengan kaidah,” ujarnya.

Ia tidak menampik jika sekarang masyarakat sudah mulai senang dengan Bahasa Indonesia. Di Kota Semarang misalnya dari penelitian yang dilakukan Balai Bahasa Jawa Tengah, setidaknya 75 persen cenderung menggunakan Bahasa Indonesia. Tetapi sayang, masih tidak sesuai kaidah dan diselipi dengan bahasa asing. Dalam kondisi ini, peran media sangat besar untuk ikut mengkampanyekan cinta Bahasa Indonesia. “Tantangannya bagaimana merubah pola pikir agar bisa sesuai kaidah. Masyarakat harus suka dan bangga dengan Bahasa Indonesia,” tambahnya.

Masyarakat diharapkan mulai membudayakan menggunakan Bahasa Indonesia sesuai kaidah. Apalagi sekarang banyak negara-negara di dunia yang mulai tertarik. Bahkan, setidaknya sudah ada 150 negara yang memiliki studi Bahasa Indonesia.

Berbagai upaya harus dilakukan. Salah satunya dengan terus mengasah kreatifitas. Dan  harapannya media massa bisa ikut berperan aktif untuk mewujudkan semua itu. “Ini harus dimanfaatkan, agar Bahasa Indonesia bisa menjadi bahasa internasional,” tambah panitia Penyuluhan Bahasa Indonesia Bagi Pengelola Media Massa Kota Semarang, Danang. (fth/ric)