Pemkab Juga Larang Transportasi Online

420
Zaenal Arifin (IST).
Zaenal Arifin (IST).

MUNGKID— Seperti tetangganya, Kota Magelang, Kabupaten Magelang juga menyatakan tidak akan memberikan izin transportasi berbasis online di wilayahnya. Sebab belum ada aturan resmi yang memberikan payung hukum.

Pantuan koran ini, di Magelang ada dua transportasi online yang beroperasi. Yakni: Grab dan Gojek. Gojek memilih untuk tidak melakukan rekrutmen, meski Grab terus melakukan rekrutmen baru.

Kendati ditolak, dua operator ojek online itu masih beroperasi tiap hari. Masyarakat tampaknya butuh transportasi berbasis online, karena mudah, murah, dan praktis.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Magelang, Djoko Tjahjono, mengatakan, pihaknya tidak memungkiri bahwa ojek online sudah beroperasi di wilayahnya. Namun, Djoko menyebut keberadaan mereka ilegal.

Djoko mengatakan, pihaknya sudah mendapatkan petunjuk dari Bupati Magelang Zaenal Arifin terkait masuknya ojek online di wilayahnya. ”Bersamaan dengan Organda menyampaikan penolakan langsung ke Pak Bupati, jawabannya kita sesuai ketentuan dari Kementerian Perhubungan.”

Djoko menuturkan, sesuai ketentuan dari Kemenhub, pihaknya pun tidak akan memberikan izin operasional ojek online, sebelum ada aturan atau regulasi resmi yang dikeluarkan. “Boleh tidaknya ojek online di sini, menunggu dari Kementerian. Selama belum ada (aturan), kita menolak ojek online.”

Meski begitu, Djoko tidak memungkiri, sejauh ini sudah banyak ojek online yang beroperasi. Beberapa titik bahkan menjadi pangkalan pengojek online. “Iya, ada banyak, meski (ojek online) belum mengantongi izin operasional.”

Sudah adakag operator ojek online yang mengajukan izin? Djoko menggeleng. ”Belum ada dari Gojek maupun Grab, atau lainnya.”

Meski pemerintah tidak berpihak kepada transportasi online, toh masyarakat justru sebaliknya. Mereka sangat terbantu dengan transportasi berbasis aplikasi online.

Ambar Pratiwi, misalnya. Warga Kabupaten Magelang ini mengaku berlangganan ojek online. Menurut dia, arus globalisasi tidak bisa dicegah karena masyarakat membutuhkan. “Harus dicari solusinya.” (vie/isk)