Dijerat Lehernya dan Ditusuk

Salah Satu Pelakunya Seorang Perempuan

905
TERSANGKA: Tujuh pelaku pembunuhan saat digelandang petugas ke Mapolres Temanggung, kemarin (AHSAN FAUZI/JAWA POS RADAR KEDU).
OLYMPUS DIGITAL CAMERA

TEMANGGUNG—Misteri terbunuhnya Sugeng Raharjo, 35, warga Kelurahan Klidang Lor, Kabupaten Batang yang mayatnya dibuang di kebun karet di Desa Selosabrang Bejen, Temanggung, Sabtu (9/9) lalu, akhirnya terkuak. Korban dibunuh oleh enam orang. Salah satunya, perempuan.

Enam pelaku pria, yakni: Wisnu, Kuncoro, Aris, Fajar, Sunarto dan Didit. Semuanya warga Boja, Kabupaten Kendal. Sedangkan satu pelaku perempuan bernama Dewi, warga Batang. Lantas, siapa dalang pembunuhan?

“Otak pembunuhan sementara Dewi dan Wisnu. Bahkan, Dewi rela menjual barang berharga miliknya senilai Rp 4,5 juta untuk membayar para pelaku. Ada yang dikasih Rp 600 ribu, Rp 500 ribu dan Rp 150 ribu, sesuai perannya masing-masing,” kata Kapolres Temanggung AKBP Maesa Soegriwo, kemarin.

Maesa menjelaskan, pengungkapan kasus pembunuhan berawal dari penemuan mayat di kebun karet di Desa Selosabrang, Bejen Temanggung, Sabtu (9/9) lalu.

Petugas langsung melacak identitas korban, hingga teridentifikasi sebagai Sugeng Raharjo, 35, warga Kelurahan Klidang Lor, Kabupaten Batang. Ada 10 orang saksi yang diperiksa.

“Dari identifikasi yang kita lakukan, kami dapat menemukan kancing baju korban di Rumah Makan Durenjati, Kaliwungu Kendal. Barang bukti tersebut cukup sebagai petunjuk mengungkap kasus ini, selain menggunakan IT dan berkoordinasi dengan Polda Jateng,” ungkapnya.

Setelah memeriksa sejumlah saksi, lanjut Maesa, tim bergerak memburu pelaku. Tim dibagi menjadi dua. Tim pertama ke Batang mengamankan Dewi. Sedangkan tim kedua, menangkap enam pelaku di Boja, Kendal. “Terduga pelaku kita tangkap sekitar pukul 03.00 di rumahnya masing-masing tanpa perlawanan.”

Keterangan beberapa pelaku, motif pembunuhan karena masalah utang-piutang. Korban bekerja serabutan dan mengaku sebagai paranormal. Dewi yang menderita sakit perut berkepanjangan, berobat kepada korban. Pengobatan menelan dana Rp 150 juta.

Meski biaya yang sudah dikeluarkan kelewat mahal, toh penyakit Dewi tidak kunjung sembuh. Satu sisi, antara Dewi dan Wisnu ada hubungan asmara. “Nah, disinyalir ada kecemburuan antara korban dengan Wisnu,” terangnya.

Hasil penangkapan, Polres Temanggung mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya, Xenia warna putih, Yamaha Mio, gunting, tali, dan karung. Tiga barang bukti yang terakhir, diduga untuk menganiaya korban.

Korban tewas karena dijerat dengan tali warna biru. Di bagian leher, juga ada bekas tusukan gunting. Saksi juga melihat korban dipukul di Rumah Makan Durenjati. “Petugas masih terus mendalami penganiayaan terhadap korban.” Pelaku bakal dijerat pasal 340 KUHP. Ancaman hukumannya maksimal penjara seumur hidup. “Karena pembunuhan berencana atau direncanakan.” (san/isk)