Bupati Jamin Biaya Ibu Melahirkan Gratis

Khusus Bagi Warga Miskin Pekalongan

415
PENILAIAN LOMBA : Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, saat meninjau penilaian lomba Posyandu tingkat Provinsi Jateng Tahun 2017 di Desa Rejosari Kecamatan Bojong (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG).
PENILAIAN LOMBA : Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, saat meninjau penilaian lomba Posyandu tingkat Provinsi Jateng Tahun 2017 di Desa Rejosari Kecamatan Bojong (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG).

KAJEN–Bupati Pekalongan KH Asip Kholbihi, Rabu (13/9) kemarin, menyempatkan diri menghadiri penilaian lomba Posyandu tingkat Provinsi Jawa Tengah tahun 2017, di Desa Rejosari Kecamatan Bojong. Dimana, Posyandu Nusa Indah I, Desa Rejosari, Kecamatan Bojong, telah masuk dalam nominasi tiga besar lomba posyandu tingkat Provinsi Jawa Tengah.

Menurut Bupati Asip, penilaian posyandu kali ini akan dijadikan momentum untuk mengantisipasi dan menekan angka kematian ibu melahirkan. Pasalnya, hingga saat ini, angka kematian ibu hamil dan ibu melahirkan cukup tinggi, yakni satu orang meninggal dalam satu bulan. Itupun masih lebih baik jika dibandingkan tahun sebelumnya, yang mencapai 4 orang dalam sebulan.

Kabupaten Pekalongan, jelasnya, dahulu merupakan kabupaten dengan angka kematian ibu melahirkan dan balita tertinggi se-Jawa Tengah. Tetapi dengan kerja keras, kerja cerdas, kerja ikhlas dan kerja trengginas, angka ini dapat ditekan. Sehingga progresnya sampai September ini, turun signifikan.

“Saya punya keyakinan, apabila semua stakeholder dan masyarakat bergerak, bukan tidak mungkin nilai yang ideal untuk angka kematian ibu melahirkan bisa dicapai. Salah satu caranya adalah dengan memperkaya dan memperbanyak Posyandu Andalan seperti di Desa Rejosari ini,” ungkap Bupati Asip.

Bupati juga menambahkan bahwa Pemkab Pekalongan telah melakukan MoU dengan seluruh rumah sakit yang ada di Kabupaten dan Kota Pekalongan. Dalam MoU tersebut, Pemkab Pekalongan akan menjamin semua biaya pengobatan warga miskin, yang belum terkaver jaminan kesehatan. Langkah tersebut, merupakan salah satu terobosan Pemkab Pekalongan, agar seluruh warga dapat terlayani di bidang kesehatan. Dengan tujuan akhir adalah menekan angka kematian ibu melahirkan.

“Pokoknya siapapun warga miskin di Kabupaten Pekalongan yang sakit, apalagi ibu yang akan melahirkan ketika masuk ke rumah sakit, sebut saja KTP Kabupaten Pekalongan, urusan membayar sudah kami siapkan dan gratis,” terangnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Asip juga mengaku bangga dan berterima kasih kepada seluruh jajaran Muspika Bojong, Kepala Desa Rejosari beserta perangkatnya, khususnya para kader posyandu Nusa Indah I yang telah berupaya keras untuk bisa mewujudkan posyandu yang terbaik.

Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pekalongan, Munafah Asip menegaskan bahwa peran Posyandu sangatlah penting sebagai salah satu ujung tombak pelayanan dan penyuluhan kesehatan kepada masyarakat.

Untuk itu, Tim Penggerak PKK Kabupaten Pekalongan dalam program kerjanya, khususnya di Pokja IV, terdapat program revitalisasi Posyandu dan temu kader Posyandu. “Pembinaan ke tingkat desa atau kelurahan, rutin kami lakukan. Yakni, untuk melihat secara langsung sejauh mana kegiatan Posyandu dilaksanakan, apakah berjalan baik dan sesuai program atau tidak. Setiap hari kami evaluasi,” tegas Hj Munafah Asip. (thd/ida)