Sepakbola Start Manis, Wushu Sanda Juara Umum

216
AWAL MANIS: Punggawa Jateng, M Januar Putra (8) berduel udara dengan pemain belakang DIJ di laga perdana Popnas XIV kemarin (BASKORO SEPTIADI/JAWA POS RADAR SEMARANG).
AWAL MANIS: Punggawa Jateng, M Januar Putra (8) berduel udara dengan pemain belakang DIJ di laga perdana Popnas XIV kemarin (BASKORO SEPTIADI/JAWA POS RADAR SEMARANG).

SEMARANG – Tim sepak bola Jawa Tengah (Jateng) berhasil start manis di ajang Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) XIV 2017. Di laga perdana kemarin (12/9) Jateng sukses menang 3-0 atas DI Jogjakarta di Stadion Citarum Semarang.

Tiga gol kemenangan Jateng dicetak M Kemaluddin (7′), Irfan Jauhari (80′) dan penalti Adrianus Dwiki (92′). Namun skuat asuhan Ashadi akan kehilangan Wahab Asrul Falah karena hukuman kartu merah di pertandingan melawan Maluku Utara (Malut) di babak penyisihan Grup A, Kamis (14/9) mendatang di tempat yang sama.

Selain itu, winger Ahmad Ulul Albab juga harus absen lantaran mengalami patah tulang tangan kiri di laga perdana kemarin,”Jujur kami harus  memutar otak agar saat lawan Malut karena kami kehilangan dua pemain. Tapi kami tetap optimistis bisa meraih hasil positif di laga selanjutnya,” kata Asisten pelatih Jateng, Anderas Tri Widagdo.

Sementara dari cabor eksebisi wushu, tuan rumah memborong  tujuh medali emas dari delapan kelas nomor sanda (pertarungan) yang dipertandingkan di Popnas. Tujuh emas tersebut disumbangkan oleh Raynaldi Zenas Prayoga dan Sinung Luhur Dyah Ayu Proboningsrum di kelas 48 putra dan putri, M Ridho Ade Zulkarnain (52 kg pa), Priscillia Navratilova (52 kg pi), Nindya Nurulizzah Puteri (56 kg pi), Gilang Suryo (60 kg putra) dan M Fadly Ulumudin (65 kg).

Hasil ini jauh di luar dugaan pelatih wushu Jateng, Herman Syah Monginsidi, yang hanya menargetkan dua emas. “Kami kalah di kelas 56, Laka Anak Sasongko. Atlet ini mendapatkan perak setelah kalah dari Yahya Nur Faizi (Jatim),” ujar Herman kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Dalam final, anak-anak Jateng bermain dengan baik. Seperti M. Ridho Ade Zulkarnain, atlet sanda Junior 52. Ia mampu menumbangkan M. Satria, atlet SumSel tanpa banyak kendala. Menghadapi Ridho, Satria harus merintih kesakitan setelah mendapat hadiah tendangan keras dari pelajar Kota Mungkid yang diproyeksikan menjadi atlet masa depan ini.

Satria harus rela dibawa ke luar arena dan tidak meneruskan pertandingan.”Ridho main bagus, latihannya bagus. Persiapan juga dilakukan dengan baik,” jelas Herman, pelatih yang hari ini akan bertandang ke Korea di kejuaraan Asia.

Dari semua atlet yang diterjunkan di Tim Popnas, tiga srikandi bimbingan Herman juga mampu menyabet emas. “Senang pastinya. Lawan terakhir susah susah gampang. Cenderung lawan yang agak berat juga,” ujar atlet sanda Jateng, Ninya Nurulizzah Puteri. (cr4/bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here