Polisi Buru Pembunuh Pasangan Pengusaha

445
KORBAN PEMBUNUHAN : Polisi, TNI dan masyarakat saat mengevakuasi mayat pasangan pengusaha yang ditemukan mengambang di sungai Klawing, Senin (11/9) pagi (DOK RADAR BANYUMAS).
KORBAN PEMBUNUHAN : Polisi, TNI dan masyarakat saat mengevakuasi mayat pasangan pengusaha yang ditemukan mengambang di sungai Klawing, Senin (11/9) pagi (DOK RADAR BANYUMAS).

PURBALINGGA – Polisi masih menyelidiki kasus penemuan 2 mayat yang mengambang di aliran Sungai Klawing Desa Palumbungan Kecamatan Bobotsari Kabupaten Purbalingga, Senin (11/9). Mayat yang terbungkus bedcover tersebit diketahui sebagai pasangan suami istri pengusaha garmen, Husni Zarkasih, 58, dan Zakiyah Husni, 58, warga Jalan Pengairan Kelurahan Bendungan Hilir, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta. Diduga keduanya tewas arena dibunuh.

“Kami masih menelusuri indikasi pembunuhan ini. Dari hasil koordinasi dengan jajaran kepolisian di Jakarta, kemungkinan besar korban dibunuh di rumah mereka di Jakarta,” tutur Kasatreskrim Polres Purbalingga, AKP Tarjono Sapto Nugroho.

Mengenai penyebab kematian masih ditelusuri polisi. Polisi belum mau berspekulasi sebelum mendapatkan data lengkap. Namun yang jelas kedua mayat merupakan korban pembunuhan. “Hasil otopsi sementara didapatkan luka senjata tajam di bagian kepala belakang dan muka. Kedua korban mengalami luka- luka itu,” tambahnya.

Mayat tersebut ditemukan pengambang oleh warga sekitar pukul 06.00. Saat itu ada warga yang hendak ke sungai. Tiba- tiba dia melihat ada selimut mengambang dan berisi mayat. Warga pun geger.

Kapolres Purbalingga AKBP Nugroho Agus Setiawan melalui Kapolsek Bobotsari AKP Ridju Isdiyanto mengatakan, selimut pembungkus mayat itu diikat dengan kabel. Tangan serta kaki kedua mayat itu diikat menggunakan klem plastik kencang.

Polsek Bobotsari bersama Tim Inafis Polres Purbalingga, melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Dibantu TNI dan warga, mereka mengevakuasi kedua mayat tersebut. Kondisi mayat cukup mengenaskan. Beberapa luka terlihat ada di wajah dan kepala. “Mayat laki-laki masih mengenakan sarung dan baju muslim. Sedangkan mayat wanita masih mengenakan mukena dengan ikatan kencang di kaki,” rincinya.

Usai dievakuasi, jasad lalu dibawa ke RSUD Margono Soekardjo Purwokerto untuk untuk diotopsi. Hasil otopsi menunjukkan jika kedua korban diperkirakan dibunuh sekitar 12 jam sebelum ditemukan. (amr/jpg/ton)