Mantan Kepala Pasar Dituntut 15 Bulan Penjara

261
TERIMA AKIBATNYA: Mantan Kepala Pasar Suryokusumo, Supardi, saat menjalani sidang di Pengadilan Tipikor Semarang (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG).
TERIMA AKIBATNYA: Mantan Kepala Pasar Suryokusumo, Supardi, saat menjalani sidang di Pengadilan Tipikor Semarang (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG).

SEMARANG –Mantan Kepala Pasar Suryokusumo, Supardi, yang terlibat pungutan liar (pungli) di pasar tersebut dituntut pidana penjara selama 15 bulan dalam sidang di Pengadilan Tipikor Semarang, Selasa (12/9). Selain itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Semarang, Zahri Aeniwati, juga menuntut terdakwa membayar denda sebesar Rp 50 juta subsider 3 bulan penjara.

JPU menyatakan terdakwa Supardi secara sah dan meyakinkan melakukan pungutan liar dan melanggar pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah ke dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Tindak Pidana Korupsi jo pasal 65 KUHP.

“Meminta majelis hakim menjatuhkan pidana selama satu tahun dan tiga bulan penjara,” kata JPU Zahri Aeniwati dalam amar tuntutannya di hadapan majelis hakim yang dipimpin Siyoto didampingi dua hakim anggota, Kalimatul Jumro dan Edi Sepjengkaria.

JPU juga menyatakan, uang sebesar Rp 55 juta yang disita dari terdakwa untuk diberikan kepada negara. Uang itu diketahui merupakan sisa dari pungutan liar terhadap saksi Kaemah dan Sukayah sebesar Rp 65 juta.

JPU menilai, tindakan terdakwa menjual lahan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) kepada Sukayah senilai Rp 40 juta salah. Menurutnya, sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) selaku Kepala Pasar, terdakwa tidak memiliki kewenangan menjual lahan TPS tersebut. Terdakwa juga diketahui berencana mengalihfungsikan kantor kepala pasar sebagai kios yang dijual kepada Kaemah senilai Rp 25 juta.

Usai mendengar tuntutan tersebut, terdakwa Supardi didampingi penasehat hukumnya akan segera menyiapkan nota pembelaan (pledoi). “Kami akan mengajukan nota pembelaan, yang mulia,” kata Supardi singkat. (jks/aro)