Koleksi 3.279 Penghapus, Dosen Undip Pecahkan Rekor Leprid

719
DARI HOBI: Lintang Ratri Rahmiaji mendapat penghargaan dari Direktur Leprid, Paulus Pangka, kategori kolektor penghapus terbanyak (Nur Wahidi/Jawa Pos Radar Semarang).
DARI HOBI: Lintang Ratri Rahmiaji mendapat penghargaan dari Direktur Leprid, Paulus Pangka, kategori kolektor penghapus terbanyak (Nur Wahidi/Jawa Pos Radar Semarang).

SEMARANG—Dosen Fisip Undip bernama Lintang Ratri Rahmiaji memiliki hobi unik, yakni mengoleksi penghapus. Beragam jenis dan motif penghapus telah ia kumpulkan. Hingga kini koleksinya mencapai 3.279 penghapus.

Lintang bercerita, ketertarikan mengumpulkan penghapus muncul ketika ia sedang jalan-jalan dan melihat penghapus berbentuk kereta dan boneka. “Dari situ saya tertarik, karena saya lihat itu lucu dan unik,” kata Lintang saat ditemui di rumahnya, Graha Padma Jalan Taman Grandis II No 3 Semarang.

Dia pun rela berburu hingga berbagai daerah dan negara demi mendapatkan penghapus yang ia suka. Lintang juga rajin menjari informasi di internet untuk mencari penghapus yang unik. Banyak produk penghapus yang berasal dari negara Jepang, Amerika Serikat, Inggris, Australia, Singapura dan beberapa negara lainnya. Semua ia dapatkan melalui online shop.

Tetapi yang paling banyak dibeli dari negara Singapura dan Jepang. Karena produk di kedua negara tersebut dinilai unik dan menarik. Sedangkan penghapus yang pernah dibeli mulai dari harga Rp 1.500 sampai Rp 720.000. Dia juga sering mendapat koleksi dari komunitas eraser kolektor Indonesia.

Bahkan diantara koleksi penghapus yang dimilikinya, akunya jika penghapus dengan bentuk kereta dan dari disney  yang membuatnya paling berkesan hingga sekarang. Karena bentuknya yang unik dibanding penghapus lainnya. “Dan selain Jepang juga penghapus smiggle dari Singapura, karena model dan warnanya yang unik,” kata wanita yang mengoleksi penghapus sejak di bangku kuliah ini.

Meskipun sudah mengoleksi 3.279 penghapus, dirinya akan terus mengoleksi penghapus bahkan nantinya akan sampai pada anaknya. “Bahkan sampai sekarang sudah pesan penghapus dari Jepang yakni satu set Gumiko,” tambahnya.

Atas koleksinya itu, Lintang mendapat penghargaan dari Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (Leprid). Pendiri dan Direktur Leprid, Paulus Pangka mengatakan Lintang merupakan  kolektor penghapus terbanyak. “Ini merupakan sebuah prestasi sehingga dapat menjadi motivasi bagi yang lain untuk melakukannya,” katanya. (hid/zal)