Camilan Bertekstur Bantu Jaga Kesehatan Gigi

445
SIKAT GIGI MASSAL : Head of Oral Care PT Unilever Indonesia Tbk Mirza Roesli, Ketua Yayasan Badan Wakaf Sultan Agung Hasan Toha Putra, Wagub Jateng Heru Sudjatmoko, dan Wakil Ketua Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia drg, Ugan Gandar mengajari sikat gigi sejumlah siswa berkebutuhan khusus di RSIGM Sultan Agung, kemarin (RICKY FITRIYANTO/ JAWAPOS RADAR SEMARANG).
SIKAT GIGI MASSAL : Head of Oral Care PT Unilever Indonesia Tbk Mirza Roesli, Ketua Yayasan Badan Wakaf Sultan Agung Hasan Toha Putra, Wagub Jateng Heru Sudjatmoko, dan Wakil Ketua Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia drg, Ugan Gandar mengajari sikat gigi sejumlah siswa berkebutuhan khusus di RSIGM Sultan Agung, kemarin (RICKY FITRIYANTO/ JAWAPOS RADAR SEMARANG).

SEMARANG – Kesehatan gigi berpengaruh cukup besar pada kesehatan tubuh serta aktivitas. Menjaga kesehatan gigi pun menjadi sangat penting. Salah satunya bijak memilih camilan.

Division Head for Health & Wellbeing and Professional Institutions Yayasan Unilever Indonesia, drg. Ratu Mirah Afifah, GCClinDent., MDSc. mengatakan, konsumsi camilan di Indonesia terindikasi mengalami peningkatan sebesar 4 persen setiap tahunnya. Dimana camilan manis dan lengket seperti cokelat, pastry dan permen menjadi camilan yang paling digemari anak-anak.

Mengonsumsi camilan yang terlalu banyak mengandung karbohidrat dan gula terutama yang lengket dapat menurunkan derajat keasaman mulut. Setelah mengonsumsi makanan yang manis, derajat keasaman mulut turun hingga di bawah pH kritis 5,5 dalam hitungan menit dan tetap rendah hingga 1 jam setelahnya.

“Bila terjadi terus menerus kondisi ini menyebabkan hilangnya mineral (email) pada gigi dan mengakibatkan terjadinya gigi berlubang,” ujarnya disela rangkaian Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) yang diselenggarakan di Rumah Sakit Islam Gigi dan Mulut (RSIGM) Sultan Agung Semarang, kemarin.

Agar kesehatan gigi maksimal, ia menganjurkan memilih asupan camilan dengan makanan bertekstur seimbang yang berserat, berkadar air tinggi serta berkalsium tinggi. Diantaranya, produk susu dan turunannya.

“Tekstur lembut dari ragam camilan yang marak dijumpai saat ini juga membuat anak kurang berlatih mengunyah. Sebaliknya makanan yang berserat akan lebih lama dikunyah,” katanya. Gerakan mengunyah merangsang aliran kelenjar ludah yang merupakan pembersih alami rongga mulut dan menetralisasi keasaman di rongga mulut dan di dalamnya. “Edukasi mengenai pentingnya memilih asupan camilan yang seimbang ini semoga dapat diterima oleh masyarakat melalui rangkaian acara BKGN 2017,” ujarnya.

Head of Oral Care PT. Unilever Indonesia Tbk, Mirza Roesli menambahkan, pihaknya cukup konsisten dalam menekan jumlah penderita gigi berlubang di Indonesia. “BKGN merupakan agenda rutin tahunan kami, di mana setiap tahun kami mengangkat tema untuk pesan edukatif kesehatan gigi yang berbeda,” ujarnya.

Tahun ini, BKGN mengusung tema ‘Merdeka dari Gigi Berlubang’ dengan mengajak keluarga Indonesia memeriksakan kesehatan gigi secara teratur serta memilih asupan camilan bertekstur dan bernutrisi seimbang.

BKGN pun hadir semakin luas di 57 lokasi yang tersebar di beberapa kota dan kabupaten di seluruh Indonesia mulai 12 September – 29 November 2017 dengan Semarang menjadi kota pembuka rangkaian BKGN 2017.  Pembukaan BKGN 2017 dimeriahkan oleh penampilan anak-anak berkebutuhan khusus dari Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) Semarang dan sikat gigi bersama oleh ratusan siswa SD di Semarang yang turut dihadiri Wakil Gubernur Jateng Heru Sudjatmoko. (dna/ric)