Penataan Bandungan Terkendala Pengadaan Lahan

416

UNGARAN – Proyek pengembangan kawasan wisata Bandungan masih terkendala pengadaan lahan untuk relokasi pasar. Sebab kepemilikan lahan belum jelas.

“Lahan seluas 11 ribu meter untuk relokasi, kami belum tahu siapa pemiliknya,” ujar Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Totit Oktoriyanto, Senin (11/9).

Saat ini dua lahan milik warga tengah dibidik Pemkab Semarang.Diantaranya lahan berukuran 5 ribu meter persegi dan 11 ribu meter persegi. Untuk lahan yang luasan 5 ribu meter persegi, lanjutnya, masih dalam proses negosiasi dengan pemilik. Dalam hal ini, Totit tidak menyebutkan lokasi lahan yang dimaksud tersebut.

Namun ia memberikan gambaran, lokasi lahan 5 ribu meter persegi tersebut tidak jauh dari lokasi Pasar Bandungan yang akan direlokasi. Belum ditemukannya pemilik lahan kedua yang berukuran 11 ribu meter persegi menjadi kendala Pemkab Semarang untuk segera memulai pengerjaan proyek penataan kawasan wisata Bandungan.“Perencanaan sudah, setelah ini sebelum appraisal kita akan memastikan ke pemilik lahan apakah diperbolehkan untuk dibebaskan,” ujarnya.

Dijelaskan lebih rinci adapun proses pembebasan lahan yaitu setelah diperbolehkan diolah proses pengukuran baru dimulai.

Dimana dalam proses pengukuran tersebut Pemkab Semarang melibatkan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Semarang. Setelah ukuran pasti sudah muncul, tim apraisal kemudian dilibatkan untuk menaksir harga tanah. “Baru setelah itu proses negosiasi harga dengan pemilik lahan,” katanya.

Meski memiliki proses panjang, namun Totit tetap optimis proyek penataan kawasan wisata Bandungan tetap akan sesuai target waktu yang sudah ditentukan.

“Ini yang kami akan mencari (pemilik lahan) yang 11 ribu meter persegi. Ini belum masuk penawaran, dan baru meminta izin,” tuturnya.

Dikatakan Totit, proses pembebasan lahan sudah dimulai sejak Agustus 2017. Adapun penataan kawasan wisata Bandungan tahap pertama yaitu merelokasi pedagang di pasar Bandungan. Dimana lokasi pasar yang lama akan dibangun Ruang Terbuka Hijau (RTH). Pembangunan pasar Bandungan di lokasi yang baru, dapat dimulai apabila pembebasan lahan sudah dilakukan.

“Yang akan lakukan pertama yaitu relokasi pedagang, konsepnya nanti kalau sudah dapat lahan dan dibangun pasarnya, pedagang dipindah,” katanya. Menurut Totit RTH tersebut akan semakin mempercantik kawasan wisata Bandungan.

Pembangunan pasar Bandungan dilokasi yang baru akan dimulai pada 2018 mendatang. Diharapkan pembangunan dapat rampung di akhir tahun 2018, sehingga pedagang sudah bisa dipindahkan. Setelah itu pada 2019, proses pembangunan RTH baru dimulai. Untuk oembangunan fisik pasar Bandungan dilokasi yang baru, Pemkab Semarang sudah menganggarkan Rp 35 miliar. (ewb)