Pemkab Siap Bangun Baranet

541

UNGARAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang akan mengoptimalkan sektor pariwisata melalui konsep Baranet (Bawen Raya Networking)  untuk mengembangkan pariwisata di kawasan Bawen dan sekitarnya.

Bupati Semarang Mundjirin menjelaskan, konsep Baranet tersebut sudah mendapatkan dukungan dari Kementerian PUPR. Sebuah tim telah ditugaskan untuk mematangkan rencana ini, termasuk melakukan survei di Bawen dan daerah sekitarnya.

Menurut Mundjirin, konsep Baranet ini memadukan seluruh potensi yang ada di Bawen dan sekitarnya menjadi satu kawasan wisata yang saling mendukung. Adapun sejumlah destinasi yang berjejaring dalam Baranet ini meliputi Bawen, Rawapening, Candi Gedongsongo dan Museum Kereta Api Ambarawa.

Beberapa waktu lalu, Mundjirin telah menyetujui sejumlah proyek infrastruktur yang akan mendukung Baranet tersebut. Salah satunya adalah pembangunan flyover Lemah Abang yang menghubungkan jalan nasional Semarang-Solo ke Bandungan, kawasan wisata yang di dalamnya terdapat objek wisata Candi Gedongsongo.

“Jadi usulan Barenet, ternyata mendapat respon dari pak Menteri PUPR. Pertama, jalan layang di daerah Lemah Abang yang mau belok ke Bandungan, semuanya untuk pariwisata,” katanya.

Selain pembangunan jalan layang Lemah Abang, proyek yang kedua yaitu pembangunan akses jalan dari komplek Sub Terminal Bedono Jambu menuju Sumowono untuk mendekatkan wisatawa menuju Candi Gedongsongo di Bandungan.

Akses tersebut merupakan pengoptimalan jalan yang sudah ada sepanjang 11 kilometer dengan konstruksi beton perkerasan atau rigid pavement. Selain jalan, juga dibuatkan pintu dan ikon kompleks candi Gedongsongo melalui melalui APBD perubahan 2017.

“Nanti wisatawan dari Yogyakarta, Solo, Borobudur, Magelang kemudian Karimunjawa itu melalui Kabupaten Semarang,” ujarnya.

Mundjirin menginginkan setiap belokan ke arah Gedongsongo, pihaknya juga akan mengusulkan adanya jalan tembus antara Kecamatan Jambu ke Kecamatan Sumowono atau Bandungan. “Jadi bisa langsung ke tempat rekreasi di sana,” katanya.

Juga dengan kawasan Rawapening, akan terus dilakukan percepatan pembersihan eceng gondok dan sedimentasi. Setelah itu akan dilakukan penataan karamba milik nelayan setempat guna mendukung danau alam seluas 2.700 hektare ini menjadi destinasi wisata air andalan Jawa Tengah. “Program kita kedepan, kita akan tata termasuk karambanya, bagaimana agar tidak semrawaut seperti sekarang,” ujarnya.

Baranet rencananya akan disinkronkan dengan proyek Tlogo Wening yang wacananya menjadi pengganti atas gagalnya proyek Jateng Park yang sebelumnya direncanakan oleh Pemprov Jateng di Hutan Penggaron Ungaran.

Bupati Semarang, Mundjirin, menjelaskan, proyek Tlogo Wening merupakan penggabungan wisata agro di Kecamatan Tuntang dengan Danau Rawapening yang meliputi tiga kecamatan lainnya. Antara lain Kecamatan Bawen, Ambarawa dan Banyubiru. “Nanti akan kita sinkronkan dengan Baranet,” tandasnya. (ewb/zal)