E-VOTING: Siswa-siswi SMAN 3 Kota Magelang sedang melakukan pemilihan ketua OSIS dengan metode E-Voting, Senin (11/9) kemarin (AGUS HADIANTO/JAWA POS RADAR KEDU).
E-VOTING: Siswa-siswi SMAN 3 Kota Magelang sedang melakukan pemilihan ketua OSIS dengan metode E-Voting, Senin (11/9) kemarin (AGUS HADIANTO/JAWA POS RADAR KEDU).

E-voting pemilihan atau pemilihan dengan sistem online, dianggap mampu meminimalisasi pemilih yang golput. Hal itu dibuktikan oleh SMAN 3 Kota Magelang dalam pemilihan ketua OSIS tahun 2017 ini. Seperti apa?

“PEMILIHAN menggunakan e-voting, bisa tahu bahwa mana pemilih yang tidak memilih salah satu kandidat yang ada atau golput. Jadi e-voting bisa memantau dan meminimalisirnya. Jika ada yang tidak memilih, maka kami akan menanyakan,” kata Ketua Panitia Pemilihan OSIS, Adelia Febrianti Putri, Senin (11/9) kemarin, di sela-sela pemilihan Ketua OSIS SMAN 3 Kota Magelang.

Adelia mengatakan, sistem e-voting dalam pemilihan ketua OSIS sudah berjalan dua tahun ini. Awalnya, pada 2016 lalu, hasil dari sumbangan pemikiran alumni SMAN 3 yang menempuh pendidikan S1 di Undip. Keunggulan sistem e-voting, menurut Adelia, cukup ampuh menanamkan kejujuran serta belajar tentang Pemilu.

Dari total daftar pemilih sebanyak 819 orang–terdiri atas seluruh siswa siswi, guru, karyawan dan Komite Sekolah–ada 773 yang memilih. “Sisanya, tidak memilih sebanyak 46 orang karena sakit, terutama Komite Sekolah banyak yang tidak bisa hadir, karena sesuatu hal,” kata Adelia yang juga Ketua 2 Majelis Perwakilan Kelas (MPK) SMAN 3.

Sistem E-voting, menurut Adelia, mudah diterapkan. Pemilih tinggal masuk ke web SMAN 3 Kota Magelang, menggunakan akun yang sudah dimiliki. Untuk siswa, misalnya, masuk menggunakan Nomor Induk Siswa (NIS). Sedangkan guru menggunakan NIP.

“Sedangkan untuk staf honorer serta Komite Sekolah akan didaftarkan dan diberi kode. Setelah itu, nanti masuk menggunakan password yang dimiliki masing-masing pendaftar. Kemudian, ada menu pemilihan ketua OSIS dan diklik. Nantinya, akan muncul tiga kandidat calon dengan visi-misi terlampir dengan menu pilih,” ucap siswi kelas XII IPA 3.

Sistem e-voting memiliki kelebihan. Yakni, pemilih bisa dengan cepat mengetahui hasil pemilihan. “Hasilnya bisa diketahui oleh semua pemilih di web sekolah. E-voting sangat efisien. Kami menyediakan sekitar 35 komputer di laboratorium komputer.”

Kepala SMAN 3 Kota Magelang, Joko Tri Haryanto, mengakui, pemilihan ketua OSIS yang diadakan sekolahnya, sangat demokratis dan efisien. “Sistem e-voting sangat unggul, karena mampu meminimalisir golput, cepat, akurat dan demokratis.”

Sebelum pemilihan, kandidat wajib menyampaikan visi misinya saat pengenalan calon ketua. “Ini mengajarkan tentang demokrasi sesungguhnya, mengajarkan anak-anak tentang Pemilu,” ungkap Joko. Hasil pemilihan, Pandu Al Fariz (siswa kelas XI IIS 2), sebagai ketua OSIS terpilih, mengantongi 447 suara. Pandu mengalahkan dua kandidat lainnya. Yakni, Zevano Christna Arda dengan raihan 148 suara, dan Farahdina Khairani Azzahra dengan 178 suara. (agus.hadianto/isk)