FEB UKSW Ingin Raih Akreditasi Internasional

578
PAPARAN - Presiden ABEST 21 Fumio Itoh memberikan pengarahan dalam agenda review akreditasi internasional yang dilakukan oleh prodi Magister Manajemen FEB UKSW di gedung FEB (IST).
PAPARAN - Presiden ABEST 21 Fumio Itoh memberikan pengarahan dalam agenda review akreditasi internasional yang dilakukan oleh prodi Magister Manajemen FEB UKSW di gedung FEB (IST).

SALATIGA – Program Studi Magister Manajemen (MM) Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW)Salatiga menerima kunjungan dari tim Peer Review The Alliance on Business Education and Scholarship for Tomorrow, 21st Century Organization (ABEST 21) di ruang rapat fakultas. Kunjungan ini merupakan salah satu tahapan guna memperoleh akreditasi internasional ABEST 21.

Proses review prodi MM FEB diketuai oleh Bernardinus Maria Purwanto dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta dengan anggota Irwan Trinugroho dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta serta Arfah Binti Salleh dari Universiti Putra Malaysia. Turut hadir dalam kesempatan ini yaitu Presiden ABEST Fumio Itoh.

Tim peer review secara remi diterima oleh Dekan FEB UKSW Prof Christantius Dwiatmadja, Wakil Dekan Apriani Dorkas Rambu Atahau, Ketua Program Studi (Kaprodi) MM Hari Sunarto, Koordinator Satgas Akreditasi Albert Kriestian Novi Adhi Nugraha, serta dosen dan staf Prodi MM FEB UKSW.

Christantius Dwiatmadja dalam sambutannya memaparkan, akreditasi ini merupakan upaya peningkatan kualitas prodi sehingga dapat menghasilkan lulusan yang profesional.

“Keikutsertaan prodi MM yang telah tiga kali berturut-turut memperoleh akreditasi nasional A dari Ban-PT ini merupakan sebuah bentuk kontribusi untuk masyarakat,” kata Hari Sunarto.

Hari berharap prodi yang dipimpinnya dapat terus berkomitmen untuk memberikan perubahan yang berkelanjutan. “ABEST 21 merupakan lembaga sertifikasi sekolah bisnis berskala internasional yang berdomisili di Jepang. Saat ini baru beberapa negara saja yang terdaftar di dalamnya. Di Indonesia sendiri belum banyak sekolah bisnis yang terdaftar dalam ABEST 21,” ujar Hari.

Dalam kesempatan tersebut, Fumio Itoh juga memberikan apresiasi terhadap perkembangan pendidikan Indonesia. Ia berharap FEB UKSW dapat menyejajarkan diri dengan universitas-universitas lain di kancah internasional khususnya dalam menyiapkan pembelajaran bermutu dan professional. (sas/ton)