SEPAKAT : Bupati Batang dan pimpinan DPRD Kabupaten Batang saat menandatangi kesepakatan 4 Raperda yang sudah disetujui bersama, pada sidang Paripurna (11/9) (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang).
SEPAKAT : Bupati Batang dan pimpinan DPRD Kabupaten Batang saat menandatangi kesepakatan 4 Raperda yang sudah disetujui bersama, pada sidang Paripurna (11/9) (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang).

BATANG – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) bersama Pemerintah Kabupaten Batang menyetujui 4 Raperda baru pada Sidang Paripurna di gedung DPRD Batang. Dengan persetujuan tersebut, Pemkab akan segera membuat pokok-pokok pelaksanaan terkait Perda yang nanti akan digunakan, pada Senin (11/9).

Raperda tersebut antara lain Penyelenggaraan Kepariwisataan Daerah, tentang Perusahaan Perseroan Daerah BPR Bapera Kabupaten Batang, Raperda tentang Pengelolaan Barang Milik Daerah dan Raperda tentang Pokok-Pokok Pengelolaan Keuangan Daerah.

Raperda tentang Penyelenggaraan Kepariwisataan Daerah mengatur tentang, industri pariwisata, destinasi pariwisata, pemasaran, dan kelembagaan kepariwisataan. Yang bermaksud untuk lebih teratur dan tertatanya pembangunan kepariwisataan di Kabupaten Batang.

Raperda tentang Perusahaan Perseroan Daerah BPR Bapera Kabupaten Batang, dimaksudkan untuk lebih mendukung usaha pengembangan potensi BUMD dan pengoptimalan kinerja BUMD BPR Bapera.

Sementara Raperda Pengelolaan Barang Milik Daerah untuk menjamin terlaksananya tertib administrasi dan tertib pengelolaan barang milik daerah diperlukan adanya kesamaan persepsi dan langkah secara integratif dan menyeluruh dari unsur-unsur yang terkait dalam pengelolaan barang milik daerah.

Sedangkan Raperda Pokok – Pokok Pengelolaan Keuangan Daerah, untuk melaksanakan ketentuan Pasal 151 Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan.

Dalam paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Imam Teguh Raharjo di hadiri hampir 45 anggota DPRD, juga dipaparkan rencana perubahan APBD Tahun 2017. Perbandingan rencana perubahan APBD Tahun 2017 untuk belanja tidak langsung sebesar 63 persen dan belanja langsung sebesar 36,51 persen.

Bupati Batang Wihaji mengatakan, anggaran pendapatan daerah direncanakan sebesar Rp 1.585.647.736.910, dibandingkan dengan anggaran penetapan sebasar Rp 1.614.531.152.707, maka terdapat penurunan sebesar Rp 28.883.415.797, atau 1,79 persen.

“Untuk Pendapatan Asli Daerah yang direncanakan semula antara Rp 216.402.107.905  mengalami kenaikan sebesar 11,65 persen 22 miliar lebih dari penetapan anggran daerah yaitu sebesar Rp193.814.796.995,” katanya. (han/zal)