SEMARANG- Seiring bertambahnya usia, fungsi tubuh juga terus mengalami penurunan. Tak jarang berbagai penyakit degeneratif juga mulai bermunculan akibat menurunnya sistem kekebalan tubuh ditambah dengan gaya hidup yang tidak sehat.

Direktur Umum dan Operasional RSUP Dr Kariadi, dr Arif Rahman Sadad, Sp.KF, M.Si.Med mengatakan, kurangnya aktivitas fisik pada masyarakat saat ini, merupakan faktor pemicu utama semakin meningkatnya jumlah penderita penyakit degeneratif. Olahraga sebagai bagian dari gaya hidup ini, sebaiknya dilakukan secara rutin seminggu 5 kali dan setiap kali olahraga durasinya sekitar 30 menit. “Orang yang aktif berolahraga tubuhnya akan bugar dan terhindar dari berbagai macam penyakit,” katanya kemarin.

Ia menerangkan selain olahraga teratur, agar terhindari dari penyakit degeneratif. Perilaku tidak sehat juga harus dihindari, seperti merokok, mengkonsumsi alkohol, dan makan makanan yang tinggi akan lemak.

“Usia 40 tahun sebaiknya mengurangi konsumsi nasi sebagai sumber karbohidrat. Jenis makanan seperti jeroan, santan, dan junk food juga dihindari. Konsumsilah makanan dengan gizi seimbang cukup karbohidrat, protein, vitamin dan mineral,” tambahnya.

Sementara itu Direktur Medik dan Keperawatan RSUP Dr. Kariadi dr. Darwito, S.H., Sp.B., Sp.B (K) Onk, menambahkan jika kesadaran akan pentingnya berolahraga sejalan dengan program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) yang dicanangkan pemerintah sejak April 2016 lalu, yaitu menekankan pada pentingnya berperilaku hidup sehat. “Meningkatnya kematian  akibat penyakit jantung koroner, stroke, diabetes, hipertensi, hingga kanker di Indonesia lebih banyak diakibatkan pola hidup yang tidak sehat. Penyakit degeneratif ini juga memakan anggaran terbesar BPJS Kesehatan,” terangnya.

Germas sendiri berfokos pada tiga kegiatan, yaitu meningkatkan aktifitas fisik, konsumsi sayur dan buah, serta deteksi dini penyakit tidak menular (PTM). Gerakan ini dapat dilakukan dari diri sendiri, di lingkungan keluarga, komunitas dan juga institusi. “Sasaran program Germas oleh Kemenkes RI ini dimulai dari ibu hamil, anak, remaja, dewasa sampai lansia, termasuk orang dengan masalah penyakit tidak menular,” tandasnya. (den/zal)