10 Desa Mulai Kering

204

TEMANGGUNG—Dampak musim kemarau sudah dirasakan sebagian warga Temanggung yang rawan kekeringan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Temanggung mencatat sudah ada 16 dusun di 10 desa yang kekurangan air bersih.

Kepala Pelaksana BPBD Temanggung Agus Sudaryono di Temanggung mengatakan, pihaknya sudah mendistribusikan air bersih dengan mobil tangki pada wilayah yang kekurangan air bersih. Sebab banyak sumber mata air yang mulai mengering. “Terutama di daerah pebukitan, sumber mata air sudah tidak lagi mengeluarkan air,” katanya.

Ia menyebutkan, sebelum akhir Agustus 2017, hanya 8 desa yang mengalami krisis air bersih. Tetapi, memasuki pekan kedua September ini, bertambah dua desa yang mengalami krisis air bersih. “Sekarang menjadi 10 desa yang kekurangan air bersih yang tersebar di enam kecamatan, yakni Pringsurat, Kaloran, Kandangan, Kranggan, Selopampang, dan Bejen,” katanya.

Setiap hari, BPBD mengirimkan minimal 10 tangki air bersih pada daerah-daerah tersebut. Keterbatasan jumlah mobil tangki menjadi salah satu kendala dalam distribusi bantuan air bersih. Ke depan, BPBD akan bekerjasama dengan lembaga lain yang memiliki kendaraan pengangkut air bersih untuk menyalurkan bantuan. (jpg/ton)