Warga Terpaksa Gunakan Air Sungai

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

BANJARNEGARA – Akibat kesulitan memperoleh air bersih, warga di Desa Jalatunda Kecamatan Mandiraja terpaksa menggunakan air sungai Kali Sapi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Selain untuk mandi, warga juga menggunakan air sungai yang keruh untuk mencuci pakaian.

Warga tidak punya pilihan lain. Sebab sumur mereka sudah mengering sejak beberapa bulan yang lalu. Sementara jika membeli air, jauh dan harganya terbilang mahal.

Warga Desa Jalatunda, Fitri mengaku sudah menggunakan air sungai untuk mandi dan mencuci baju sejak sebulan yang lalu. “Sudah beberapa bulan tidak hujan. Sehingga sumur warga di sini kering,” kata dia, Jumat (8/9). Fitri tidak menyangkal jika menggunakan air sungai tidak sepenuhnya sehat. Terlebih air terkadang menjadi lebih keruh jika ada warga yang mencari ikan.

“Meski kami tahu kurang sehat, tapi warga tetap menggunakan air sungai karena tidak ada pilihan lain,” ungkapnya.

Sedangkan jika harus membeli air, jaraknya jauh. Warga harus menempuh perjalanan hingga lima kilometer untuk membeli air ke desa lain. Dikatakan, selesai dicuci di sungai, pakaian dimasukkan ke dalam karung untuk dibawa pulang. “Perjalanan dari sungai ke rumah mencapai sekitar dua kilometer,” kata dia.

Kepala Desa Jalatunda, Satam mengatakan, setiap kali kemarau, pihaknya mendapatkan bantuan air bersih dari BPBD Banjarnegara. Namun air bersih tersebut harus dihemat. Diutamakan hanya untuk air minum dan memasak. “Jika digunakan untuk mandi dan mencuci tentu tidak cukup. Sehingga banyak warga yang mandi dan mencuci pakaian di sungai,” paparnya.

Kekeringan juga terjadi di desa Kaliwungu Kecamatan Mandiraja. Kades Kaliwungu Saribun mengatakan warga di desanya juga mengalami kekeringan. “Kalau beli air pakai pikap Rp 300 ribu, isinya sekitar 1.000 liter. Tentu ini mahal dan memberatkan warga,” ungkapnya. (drn/nun/jpg/ton)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -