BERI MOTIVASI: Motivator Fuzna Marzuqoh, memberikan motivasi kepada 300 penerima Bidikmisi, baru-baru ini, di auditorium Untidar (AGUS HADIANTO/JAWA POS RADAR KEDU).
BERI MOTIVASI: Motivator Fuzna Marzuqoh, memberikan motivasi kepada 300 penerima Bidikmisi, baru-baru ini, di auditorium Untidar (AGUS HADIANTO/JAWA POS RADAR KEDU).

MAGELANG– Sebanyak 300 mahasiswa Universitas Tidar (Untidar) Magelang menerima bantuan Bidikmisi tahun akademik 2017/2018. Para penerima Bidikmisi diharapkan mampu mengikuti Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dan memanfaatkan bantuan Bidikmisi dengan sebaik-baiknya.

“Mari selalu bersemangat dalam berprestasi. Lulus tepat waktu, bahkan kalalu memungkinkan 3,5 tahun saja dengan IPK diatas 3.5 lalu, lanjut program akselerasi ke S2 dan S3,” kata Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Untidar, Dr. Bambang Kuncoro, M.Si, dalam Sosialisasi Penerima Bantuan Biaya Pendidikan Bidikmisi 2017, Jumat (08/09) lalu.

Bambang menjelaskan, tujuan kegiatan tersebut untuk menyosialisasikan bantuan Bidikmisi, memberikan motivasi serta arahan PKM bagi 300 mahasiswa penerima bantuan Bidikmisi.

Dikatakan, kampus mendukung mahasiswa penerima Bidikmisi yang mau melanjutkan pendidikan hingga S3 dengan program akselerasi dari Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi. Mahasiswa Bidikmisi program Sarjana (S1), menurut Bambang, mendapatkan uang saku Rp 650 ribu/bulan.

“Jika bisa melanjutkan hingga S2, maka uang saku yang diterima Rp 3.750.000 dan program S3 Rp 4.500.000 per bulan. Tidak perlu khawatir soal biaya lagi untuk mendapatkan pendidikan terbaik, pemerintah telah memberikan solusi lewat program Bidikmisi atau program beasiswa lainnya.”

Kepala Bagian Akademi, Biro Akademik, Kemahasiswaan, Perencanaan dan Kerjasama (BAKPK) Untidar, David Budhi Hartono SE, mengatakan, pihaknya menjamin mahasiswa penerima Bidikmisi dipermudah terkait rekening penerimaaan bantuan.

Dalam kesempatan itu, motivator Fuzna Marzuqoh memberikan motivasi untuk pantang menyerah dalam menggapai impian atau cita-cita. Fuzna menekankan, kesuksesan seseorang tidak bergantung pada biaya. “Sukses bukan masalah berapa banyak biaya yang dibutuhkan, tetapi seberapa besar tekad, kesuksesan, ridho orang tua dan Tuhan dalam proses menuju tujuan akhir,” tutur Fuzna.

Fuzna mengingatkan, sukses itu diawali dengan bagaimana kita mengemas diri sendiri, sehingga memiliki “daya jual”. “Sell your self, bagaimana diri Anda menjalin hubungan dengan orang lain, bagaimana Anda memanfaatkan kekuatan diri (pikiran) dalam mencapai tujuan dan bagaimana Anda menjangkau cita-cita Anda. Buatlah diri Anda diterima, disukai, dan dipercaya orang lain, maka sukses pasti dapat diraih,” pungkas ibu dua anak itu. (cr3/isk)