ADU DEBAT : Salah seorang peserta saat memberikan sanggahan dalam ajang NUDC 2017, kemarin (ADENNYAR WYCAKSONO/JAWA POS RADAR SEMARANG).
ADU DEBAT : Salah seorang peserta saat memberikan sanggahan dalam ajang NUDC 2017, kemarin (ADENNYAR WYCAKSONO/JAWA POS RADAR SEMARANG).

SEMARANG – Perguruan tinggi yang ada di Jateng hanya menjadi penonton dalam lomba debat Bahasa Inggris, National University Debating Championship (NUDC) 2017. Lomba digelar Kementrian Riset Teknologi Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) di Universitas PGRI (Upgris), kemarin.

Dalam lomba yang digelar kurang lebih sepekan itu, juara pertama berhasil direbut Universitas Indonesia (UI), juara kedua Universitas Negeri Malang (UNM), juara ketiga Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya, dan juara keempat Universitas Gajah Mada (UGM). Sementara universitas di Jateng belum bisa berbicara banyak dan hanya menjadi penonton dalam ajang yang diikuti sebanyak 336 peserta dari 112 Perguruan Tinggi di Indonesia ini.

“Mungkin selama ini perguruan tinggi di Jateng, bidang bahasa Inggrisnya belum menjadi tujuan pokok dan kalah dari perguruan tinggi lain. Soalnya dalam lomba ini, peserta harus punya modal bahasa Inggris yang bagus dan harus bisa main logika juga terkait isu yang dibahas,” kata Direktur Kemahasiwaan Kemenristek Dikti, Didin Wahidin usai pengumuman pemenang di Balairuing Upgris.

Ia menerangkan, beberapa universitas yang menjadi pemenang, mayoritas punya kelas internasional dan memiliki porsi atau bobot bahasa Inggris yang lebih besar. Selain itu kemungkinan perguruan tinggi tersebut memiliki komunitas bahasa Inggris sendiri. “Saya kira di Jateng mungkin belum ada ya, kami berharap perguruan tinggi bisa melalukan proses pendidikan dulu, nanti di tingkat nasionalnya bisa diwadahi oleh Kemenristek Dikti,” jelasnya.

Perwakilan dari UI sendiri, lanjut Didin akan dikirim ke Meksiko untuk mewakili Indonesia dalam ajang debat Bahasa Inggris tingkat internasional Desember mendatang. Ia berharap, wakil Indonesia kali ini bisa bersaing dan berbicara banyak untuk mengharumkan nama bangsa. Sebelum diberangkatkan, rencananya wakil dari UI ini akan mendapatkan pelatihan dan pembekalan oleh Kementerian. “Targetnya tentu emas dalam ajang nanti dan bisa mengharumkan nama bangsa. Nanti akan diberikan pelatihan dan pembekalan dulu terkait perkiraan tema yang diangkat di tingkat Internasional,” bebernya.

Terpisah, Pengamat Pendidikan Jawa Tengah, Dr. Muhdi mengaku sangat mengapresiasi para peserta yang datang dari Jateng. Menurut dirinya lomba tersebut tidaklah mudah karena dibutuhkan wawasan yang luas yang disandingkan dengan kemampuan bahasa Inggris, ditambah lagi tema yang diberikan kepada peserta hanya 10 menit sebelum lomba debat dimulai. “Kalau melihat fenomenanya dalam lomba, semua bisa terjadi. Namun pemenang tahun ini memang punya kemampuan dan potensi yang luar biasa,” katanya. (den/ric)