Penyebab Kebakaran Masih Diteliti

276
INVESTIGASI: Petugas Puslabfor Polri Cabang Semarang dan Tim Inafis Polda Jateng saat melakukan investigasi penyebab kebakaran di Pasar Wonokriyo Gombong, Jumat (8/9) (DOK HUMAS POLRES KEBUMEN)
INVESTIGASI: Petugas Puslabfor Polri Cabang Semarang dan Tim Inafis Polda Jateng saat melakukan investigasi penyebab kebakaran di Pasar Wonokriyo Gombong, Jumat (8/9) (DOK HUMAS POLRES KEBUMEN)

KEBUMEN – Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri Cabang Semarang dan Tim Inafis Polda Jateng, Jumat (8/9) melakukan investigasi penyebab kebakaran di Pasar Wonokriyo Gombong, yang terjadi Kamis (7/9) pagi. Tim Puslabfor Polri Cabang Semarang dipimpin oleh Kasubbid Puskomfor Polri AKBP Teguh Prihmono dengan 3 anggotanya sedangkan Tim Inafis Polda Jateng dipimpin oleh Kasi Identifikasi Polda Jateng Kompol Sukamdi yang membawa 6 anggota.

Tim Puslabfor Polri Cabang Semarang melakukan investigasi di Pasar Wonokriyo Gombong sekitar pukul 15.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB. Selama kurang lebih dua jam, tim ini menyisir sejumlah lokasi, termasuk meneliti lokasi yang diduga menjadi titik awal api kebakaran.

“Pertama kami membaca rambatan api, dari situ kita bisa menemukan sumber api yang pertama kali terbakar, dari situ juga bukti elektrik kita bisa temukan, diketahui bahwa di atap kios berbahan seng terdapat empat lubang kecil yang digunakan untuk jalur kabel. Dari hal itu patut diduga adanya hubungan arus pendek karena kulit kabel bisa terkelupas akibat gesekan seng dan kabel. Tetapi tidak bisa secepat itu menyimpulkan kita harus menunggu hasil pemeriksaan labotatorium,” kata Teguh.

Dari lokasi itu, petugas juga membawa beberapa barang. Di antaranya, instalasi kabel yang terbakar, seng dan abu yang berada di sekitar lokasi itu. “Barang-barang tersebut akan dibawa ke laboratorium untuk diteliti,” terang Teguh.

Diterangkan juga, ada tiga unsur yang bisa menyebabkan kebakaran yaitu oksigen, barang mudah terbakar dan sumber panas. Alat bukti yang dikumpulkan akan diperiksa lebih lanjut di laboratorium forensik.

Kapolres Kebumen AKBP Titi Hastuti melalui Kasat Reskrim Polres Kebumen AKP Khaliq Salis Himawan mengatakan, petugas masih mengumpulkan barang-barang yang akan diteliti di laboratorium forensik. “Sejumlah barang tersebut diambil dari tempat yang diduga menjadi titik awal api kebakaran. Kajian dan penelitian barang-barang tersebut dilakukan di laboratorium Semarang,” ucapnya.

Proses penelitian di laboratorium forensik membutuhkan waktu cukup lama. Diperkirakan kesimpulan hasil penelitian disampaikan paling cepat dalam waktu 14 hari karena diperlukan sejumlah alat khusus yang terdapat di kantor Puslabfor Semarang.

“Penelitian ini untuk mengetahui sebab-sebab kebakaran berdasarkan analisis ilmiah atau scientific investigation. Selain penelitian, dalam mengungkap kasus ini, Satreskrim Polres Kebumen juga terus melakukan penyelidikan,” katanya. (*/jpg/ton)