33 C
Semarang
Minggu, 31 Mei 2020

Pendamping Desa Dituntut Full Time

Another

Di Suriname, Presiden pun Ikut Jemput Didi Kempot (10)

Didi Kempot adalah tombo kangen warga Suriname terhadap tanah leluhur. Untuk mengenang dan menghormati sang maestro, puluhan artis di...

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma...

SEMARANG – Sebanyak 9.814 calon tenaga pendamping professional (TPP) Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) telah melakukan tes tertulis di kampus Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Minggu (10/9). Tes itu akan menyaring 6.809 peserta untuk nantinya dijaring lewat tes wawancara menjadi 2.423 orang.

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo berharap, tes perekrutan TPP P3MD benar-benar bisa menyaring mereka yang punya kompetensi. Dengan begitu, pada tahap berikutnya bisa menunjukkan dan membuktikan bahwa para calon tenaga pendamping profesional yang lolos semua tahapan tes adalah orang-orang yang mampu mendampingi desa. Terutama dalam hal penyusunan pengelolaan anggaran serta rencana program pembangunan desa.

“Rangkaian tes ini harus bisa memilih yang kompeten. Karena yang lolos akan langsung bekerja. Jadi harus benar-benar paham tugas mereka masing-masing,” terangnya saat ditemui setelah meninjau tes tertulis di Undip Tembalang, Minggu (10/9).

Sebelum diterjunkan ke lapangan, para pendamping desa akan diberikan semacam pelatihan pratugas tentang bagaimana membangun integritas di desa. “Kemudian mereka langsung bekerja mendampingi desa dengan segala tetek bengek persoalan yang ada di desa,” imbuhnya.

Ganjar menjelaskan, selain ujian tertulis, para peserta harus mengikuti tahapan tes berikutnya. Yakni wawancara dengan tim seleksi yang terdiri dari berbagai unsur, yaitu akademisi dalam hal ini melibatkan (Undip) dan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Kementerian Desa, Pembangunan Desa Tertinggal dan Transmigrasi, serta staf khusus gubernur Jateng. “Harapannya dalam wawancara nanti menjadi pendalaman untuk mengetahui kapasitas kemampuan peserta tes dalam melaksanakan tugasnya,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Dispermadesdukcapil Jateng, Sudaryanto menambahkan, penyediaan tenaga pendamping professional dilakukan melalui rekrutmen secara terbuka, dengan memenuhi prinsip prinsip transparansi, akuntabel, efisien dan memberikan peluang yang sama kepada seluruh calon pelamar.

Awalnya, ada 13.859 peserta yang mendaftar. Nantinya akan disaring menjadi 2.423 orang yang berhak menyandang predikat pendamping profesional. Tenaga pendamping profesional terdiri dari tenaga ahli pemberdayaan masyarakat (TAPM) di tingkat kabupaten, pendamping desa (PD) di tingkat kecamatan, pendamping lokal desa (PLD) di tingkat desa. Khusus untuk PLD, akan membawahi tiga hingga empat desa pada satu kecamatan. “Karena itu, pendamping desa harus benar-benar kompeten. Untuk mendampingi 1 desa saja susah, apalagi ini 1 orang 4 desa. Makanya harus full time, bukan part time,” paparnya. (amh/ric)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Di Suriname, Presiden pun Ikut Jemput Didi Kempot (10)

Didi Kempot adalah tombo kangen warga Suriname terhadap tanah leluhur. Untuk mengenang dan menghormati sang maestro, puluhan artis di...

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah kasih. Lirik-liriknya memicu penasaran orang...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma diproduksi 100 biji kaset itu,...

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos pulang. Sempat membuatkan lagu khusus...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi, Jawa Pos — KATA sang kakak, ”Pas kecil...

More Articles Like This

Must Read

Manipulasi SKTM, Ditindak Tegas

Karena minimnya kuota tersebut, banyak orangtua yang mendaftarkan anaknya sebagai siswa miskin. Tujuannya, agar bisa diterima di sekolah negeri yang dianggap bagus. Ganjar PranowoGubernur Jateng RADARSEMARANG.COM,...

Memaknai Filosofi Hidup, Tumbuhkan Jiwa Bermasyarakat

DI ATAS permukaan bumi ini, kita mengenal adanya berbagai ciptaan Sang Pencipta. Dari berjuta jenis benda yang bisa kita kenali. Maka dapat kita kelompokkan,...

Wali Kota Semprot PDAM

”Yang namanya laporan masyarakat itu harus diperhatikan sama Pak Dirut  dan Pak Dirtek, dicek benar atau nggak laporan-laporan itu. Harus didatangi itu warga yang...

Ujicoba Pelapis Keramik Trotoar Dinilai Gagal

RADARSEMARANG.COM, PURBALINGGA – Perbaikan trotoar terus dilakukan di Kabupaten Purbalingga. Setelah Jalan Jenderal Soedirman Barat, Jalan MT Haryono, dan Jalan Ahmad Yani, tahun ini...

Bangun Jateng, Kodam Apresiasi Jawa Pos Radar Semarang

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Panglima Kodam (Pangdam) IV Diponegoro, Mayjen TNI Wuryanto S.Sos menyambut hangat kehadiran rombongan dari Jawa Pos Radar Semarang yang dipimpin Direktur Jawa Pos...

Kompetisi Pengusaha Muda, Battlepreneur

Puluhan peserta dari komunitas, organisasi mahasiswa dan media sosial di Kota Semarang tampak bersaing ketat mengikuti acara Battlepreneur yang digelar di Abble Coffee, Jalan...